DAERAH  

Aksi Baksos ASN Pidie Bersih-bersih Pasca Banjir: “Ketika Sang Dirigen Bencana Kembali Beraksi”

Sigli,haba RAKYAT I Aksi Bakti Sosial (Baksos) Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Pidie di hari kedua, Minggu, 14 Desember 2025, melaksanakan pembersihan pemukiman dan fasilitas publik di tiga kecamatan terdampak banjir, Mutiara Timur, Kembang Tanjong, dan Mutiara, meninggalkan kesan tersendiri bagi Plt. Asisten II Setdakab Pidie, Apriadi Ahmad, S.Sos.

Betapa tidak, setelah meninggalkan masa tugas 9 tahun di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Apriadi Ahmad kembali beraksi pada aksi kemanusiaan Baksos ASN Pidie dalam penanganan darurat bencana hidrometeorologi, sebagai Koordinator aksi di wilayah Kecamatan Kembang Tanjong.

Pada Minggu, 14 Desember 2025, hari kedua aksi kemanusiaan Baksos ASN di 3 kecamatan terdampak bencana banjir terus terlaksana dengan baik.

Sebelumnya pada Jum’at 12 Bupati Pidie, H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H., dengan suratnya memerintahkan para Kepala SKPK, Kabag, Camat, serta jajaran untuk membantu melakukan penanganan darurat pembersihan pasca banjir dalam format gotong royong.

Aksi kemanusiaan ini dilakukan di rumah-rumah warga, gedung sekolah, masjid, pasar, serta fasilitas publik lainnya. Aksi Baksos di tiga kecamatan ini melibatkan ribuan ASN. Pada momen ini, Bupati H. Sarjani Abdullah, Wabup Alzaizi Umar, dan Sekda Drs. Samsul Azhar, ikut langsung bersama ASN.

Setiap kecamatan dikoordinir oleh Asisten Setdakab. Adalah Asisten I Dr. H. H. Nadhar Putra, di Kecamatan Mutiara Timur, Asisten III, Jufrizal, di Mutiara, dan untuk Kecamatan Kembang Tanjong, dikomandoi oleh Apriadi Ahmad.

Di tempat tersebut, Apriadi didampingi oleh Camat Kembang Tanjong, Kepala Bappeda, H. Isnaini Ibrahim; Kadis Perdagkop UKM, Cut Afrianidar; Kepala DKP, Safrizal; Plt. Kadis PUPR, Muntahar; Kadis Kominsa, Zarbaini; Kadis LH, Firman Maulana; Camat Padang Tiji; Camat Mila; Camat Laweung, dan Camat Grong- grong.

Mereka, pada hari kedua, bersama- sama melakukan pembersihan Pusat Pasar Kembang Tanjong, dengan target membuat pasar bersih dan tertata lebih indah dari sebelum terdampak banjir.

Untuk kelancaran kerja, mereka juga dibantu dengan alat berat dari PUPR, berupa Lauder dan Damtruk, serta mobil Damkar dari BPBD, untuk penyiraman badan jalan serta riol yang sumbat. Pengelola Pasar Kembang Tanjong bersama para petugasnya juga ikut serta dalam kegiatan ini.

Dalam kesempatan tersebut, mereka juga menertibkan bangunan yang berada di kaki lima (trotoar), untuk membuat pasar lebih rapi dan tidak menghambat para pembeli.

Intinya, kata Apriadi Ahmad, Pasar Kembang Tanjong dapat kembali berdenyut, dimana para pedagang bisa beraktifitas kembali.

“Kita tuntaskan Pasar Kembang Tanjong, harus bersih dari sebelum banjir, dan semoga ekonomi pasar berdenyut kembali, sehingga “Ade Kembang Tanjong” dapat kita nikmati lagi,” ujar mantan Kalak BPBD Pidie, Apriadi Ahmad.(AA/hR)


Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca