BBPOM Gelar KIE Di Pidie Terkait AMR, OT BKO Dan Kosmetika Aman, Dibuka Pj Bupati

banner 120x600

Sigli, haba RAKYAT | Penjabat Bupati Pidie Ir H. Wahyudi Adisiswanto, M.Si., bersama Ketua TP PKK, Ny Hj. Suaidah Sulaiman, membuka kegiatan Penyebaran Informasi terkait Antimicrobial Resistence (AMR), Obat Tanaman mengandung Bahan Kimia Obat (OT BKO) dan Kosmetika Aman.

Kegiatan yang berlangsung di Oproom Setdakab Pidie, Kamis (10/11/2022), diselenggarakan oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM) di Banda Aceh, dan diikuti oleh puluhan peserta dari instansi Pemkab Pidie serta berbagai elemen masyarakat.

Pada pembukaan kegiatan ini, Pj Bupati bersama Ketua TP PKK didampingi oleh pejabat BBPOM di Banda Aceh, Koordinator Pemeriksaan, Dr. Dra, Effiyanti, Apt., M.Si., Koordinator Informasi dan Komunikasi, Nurlinda Lubis, Apt., M.Si., juga dari PFM Ahli Muda Infokom, Yanti, S.T.

Turut hadir pada pembukaan kegiatan tersebut, Asisten II Setdakab Pidie, Ir H. Tarmizi, S.T., M.T., Ketua DWP Pidie, Ny. Hj Suhartina, Amd., S.Keb., sejumlah Kepala SKPK, serta Kabag Prokopim Setdakab Pidie, Teuku Iqbal, S.STP., M.Si.

Dalam sambutannya, Pj Bupati menyampaikan, bahwa permasalahan seputar obat dan makanan masih banyak ditemukan di lingkungan masyarakat.

Peredaran produk Tanpa Izin Edar (TIE) dan mengandung bahan berbahaya masih ditemukan dan mengandung bahan kimia. Permasalahan lainnya dalam pemakaian antibiotik oleh masyarakat yang tidak rasional serta membahayakan kesehatan.

“Semoga dengan kegiatan ini bisa meningkatkan pengetahuan, sehingga terciptanya konsumen yang cerdas yang dapat melindungi dirinya sendiri, keluarga, maupun komunitas masyarakat dari ancaman produk obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat oleh BPOM”, harapnya.

Sementara, Koordinator Informasi dan Komunikasi BBPOM di Banda Aceh, Nurlinda Lubis, mengatakan, kegiatan ini sebagai media penyampaian informasi kepada masyarakat terkait ARM, OT yang mengandung BKO serta bahayanya, dan Kosmetika Aman.

Kegiatan ini sekaligus untuk menginformasikan agar bagaimana masyarakat cerdas dalam memilih dan menggunakan produk-pruduk tersebut.

“Untuk tahun 2022 program ini dilaksanakan di Pijay dan Pidie, ini merupakan program tahunan. Dan untuk diketahui, di Pidie masih ditemukan kosmetik ataupun obat tradisional yang mengandung BKO. Oleh sebab itu, BBPOM terus melakukan pengawasan, mulai sebelum dan sesudah beredar”, sebutnya.

Dalam melakukan pengawasan, bila ditemukan masalah, pihak BBPOM segera menindaklanjutinya. Kepada masyarakat bisa menghubungi BBPOM di Banda Aceh, untuk informasi dan pengaduan, melalui nomor HP/WA 08116853302 atau melalui situs resmi BPOM, imbuhnya.

Ungkap Nurlinda Lubis, dalam kegiatannya, BBPOM selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, dan menggandeng teman-teman wartawan untuk menginformasikan tentang peredaran obat dan makanan yang aman”, pungkasnya.(AA/hR)

banner 325x300