https://amazing-population.com/bm3yV.0/Pp3_pdvkbTmqV/JfZ/DL0L2rOeDOEJ3ENMzvAaxSL/T/Y/4sMkTrcb3/MIDeUn
DAERAH  

Bendungan Blang Kumot Lhok Adan Sakti Jebol Dihantam Arus Krueng Tiro, Ratusan Hektare Sawah Terancam: Plt. Kalak BPBD Bersama Kadistanpang Pidie Turun Langsung ke Lokasi

Sigli,haba RAKYAT I Bendungan Blang Kumot Lhok Adan di Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, yang berada di aliran Krueng Tiro jebol dihantam arus deras. Akibatnya, sekitar ratusan hektare lahan sawah di Kemukiman Lam Ujong dan puluhan gampong di Sakti terancam gagal tanam karena suplai air terputus.

Bendungan vital yang menjadi urat nadi petani Sakti itu dilaporkan jebol pada Kamis malam, 24 September 2026 sekira pukul 23.00 WIB, dan puncaknya pada Sabtu, 26 September 2026 setelah hujan deras mengguyur Pidie dan Aceh sepekan terakhir.

Arus deras Krueng Tiro menghantam struktur bendungan hingga patah dan hancur. Pihak Kecamatan Sakti telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kabupaten.

Plt Kalak BPBD bersama Kadistanpang Turun Langsung

Mendapat laporan, BPBD bersama Distanpang Pidie langsung turun ke lokasi. pada Senin, 28 September 2026. Plt. Kalak BPBD, Apriadi Ahmad, S.Sos, yang juga Asisten II Setdakab Pidie, bersama Kadis Pertanian dan Pangan (Distanpang) H. Hasballah, S.P., M.M., turun langsung ke bendungan Blang Kumot Lhok Adan, dan turut didampingi oleh pejabat Dinas PUPR Pidie, Camat Sakti, Kejruen Blang, Mukim Cot Murong, serta para keuchik setempat.

Dari lokasi, kondisi bendungan memang parah. Tumpukan sampah bawaan banjir dari hulu yang menyangkut di Neulop Reubee sudah dibersihkan dengan alat berat Dinas PUPR Pidie.

Plt. Kalak BPBD, Apriadi Ahmad, menegaskan perbaikan darurat akan segera dilakukan. “Kita hari ini bersama dinas terkait sudah ke lokasi bendungan di Blang Kumot Lhok Adan, Sakti. Dan mulai esok, perbaikan bendungan segera dikerjakan secara darurat, mengingat musim tanam olah tanah sawah dimulai pada awal Oktober ini,” tegas Apriadi.

Menurutnya, perbaikan permanen memang ranahnya Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Provinsi, namun Pemkab Pidie akan tangani secara darurat dengan mengerahkan alat berat.

Dampak 800 Ha Gagal Tanam

Kadis Pertanian dan Pangan, H. Hasballah, menyebut dampaknya sangat serius bagi ketahanan pangan.

“Ketika bendungan ini tidak berfungsi, suplai air ke areal persawahan terhenti total. Petani tidak bisa lagi mengalirkan air dari Krueng Tiro. Diperkirakan sekira 800 ha areal sawah tersebar di puluhan desa terdampak tidak bisa menerima aliran air dan dikhawatirkan kekeringan,” jelasnya.

BWS Sumatera I Siap Bantu Lewat Satgas PRR

Plt Kalak BPBD, Apriadi, mengungkapkan bahwa BWS Sumatera I akan membantu penanganan.

“BWS Sumatera I akan membantu supaya ditangani Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh,” ungkap Apriadi.

BWS Sumatera I telah menghubungi PPK Bidang Perairan Dinas PUPR Pidie agar membuat laporan kerusakan, dan meminta Distanpang membuat laporan luas areal pertanian terdampak.

“Alhamdulillah, BWS Sumatera I bersedia membantu melalui Satgas PRR, mengingat Satgas masih menangani pascabencana di Pidie,” demikian jelas Plt. BPBD Pidie, Apriadi Ahmad.(AA/hR)


Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca