
Sigli,haba RAKYAT I Sebagai wujud kepedulian terhadap pemulihan kehidupan masyarakat pasca bencana sekaligus komitmen TNI dalam penanggulangan dampak bencana alam, Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) yang melibatkan personel gabungan dari Kodim 0102/Pidie, Yonif TP 863/DY, dan Yon Armed 17/RC melaksanakan kegiatan pembersihan Meunasah Kampong Krueng di Desa Manyang Cut, Kota Meureudu, Rabu (07/01/2026).
Kegiatan tersebut sebagai respons cepat prajurit Sanggamar terhadap penanggulangan bencana alam banjir yang sebelumnya melanda wilayah Kabupaten Pijay, Provinsi Aceh, sehingga menyisakan lumpur tebal dan tumpukan sampah yang mengendap di dalam serta di halaman meunasah Meunasah Krueng, membuat aktivitas ibadah dan kegiatan sosial masyarakat setempat lumpuh total.
Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., mengatakan, bahwa fokus satgas Gulbencal TNI yaitu pembersihan fasilitas umum, termasuk tempat ibadah, menjadi prioritas utama dalam penanganan pasca bencana.

“Setiap hari puluhan personel kami kerahkan ke berbagai lokasi terdampak untuk membersihkan fasilitas umum, termasuk meunasah dan masjid. Tempat ibadah merupakan pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat, sehingga harus segera dipulihkan agar dapat kembali digunakan,” ujar Dandim Pidie.
Dengan semangat gotong royong, personel Satgas Gulbencal TNI membersihkan lumpur yang mengendap di dalam meunasah, mencuci dan menata kembali perabotan yang terdampak banjir, serta membersihkan halaman dan saluran air di sekitar lokasi.
Proses pembersihan dilakukan secara menyeluruh dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia guna memastikan kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah benar-benar pulih.
Dandim menambahkan, bahwa proses pembersihan di lokasi terdampak banjir membutuhkan waktu dan ketelatenan.
“Rata-rata setiap sasaran yang dibersihkan tidak dapat diselesaikan dalam satu hari. Bahkan, ada yang memerlukan waktu hingga empat hari karena kondisi lumpur sangat tebal dan sudah mengeras,” jelasnya.

Kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya memberikan bantuan secara fisik, tetapi juga dukungan moral, serta menumbuhkan kembali semangat kebersamaan dan kepedulian sosial masyarakat pasca bencana di wilayah terdampak.
Melalui kegiatan pembersihan ini, diharapkan aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan di Meunasah Kampong Krueng nantinya dapat kembali berjalan normal, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan Rakyat sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.(AA/hR)
Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






