Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al Farlaky mengelar konferensi pers, terkait isu dan fitnah yang beredar luas di berbagai platform media sosial yang sangat meresahkan masyarakat, dan sekaligus mengklarifikasi secara lugas berlangsung di Dubai Cafe, Aceh Timur, IDI Kamis siang (30/4/2026).
ACEH TIMUR – habarakyat.co.id l Terkait isu dan fitnah perselingkuhan yang beredar luas di berbagai platform media sosial ditujukan kepada Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al Farlaky yang sangat meresahkan masyarakat, Bupati Al Farlaky mengelar konferensi pers dan angkat bicara, serta sekaligus mengklarifikasi berlangsung di Dubai Cafe, Aceh Timur, IDI Kamis siang (30/4/2026).
Acara tersebut turut dihadiri Ketua TP-PKK Aceh Timur Rismawani istri Bupati Al Farlaky, Panglima KPA wilayah Peureulak Hamdani Hasan, Ketua MPU Aceh Timur Wali Tahe, Ketua DPRK Musaitir Pang Algojo, Panglima Muntasirage, Panglima IDI Tajul Ula, Panglima Istimewa Khusus Lokop Renggali, Panglima Simpang Ulim, dan seluruh Panglima Daerah Peureulak, serta para Panglima Sago wilayah.
Dalam konferensi pers itu, Bupati Aceh Timur Al Farlaky menyampaikan beberapa hal, sebenarnya konferensi pers ini awalnya menurutnya hal ini tidak perlu disampaikan, karena persoalan isu liar di berbagai platform media sosial yang terus berkembang sesat dan menyesatkan, serta mengganggu stabilitas pemerintahan dalam menangani proses penanggulangan banjir.
Maka setelah diskusi panjang kami melakukan konferensi pers ini. “Dengan adanya apa yang disampaikan oleh berinisial (MA) yang mengatakan dalam pernyataannya di videonya itu tidak benar, dan juga akan kita uji secara hukum, siapa yang mendalilkannya dia juga yang akan membuktikannya”, ujarnya.
Menurutnya, kalau dibiarkan terus menerus hal ini akan berkembang liar, menyesatkan pola pikir masyarakat yang seharusnya, masyarakat sekarang ini fokus dalam mendukung program pembangunan yang telah ditetapkan dan digaris bawahi dalam visi-misi Aceh Timur kedepan.
“Terkait dengan isu dan fitnah yang beredar luas, kami sudah mendeteksi dari awal, sumber utamanya yaitu, akun yang bernama (YN) dan (DB), ini merupakan sumber utama informasi yang terus dimainkan secara liar”, ungkapnya.
Maka itu kami telah melaporkan akun tersebut, yang kemudian pemilik akunnya berinisial (MA) beserta bukti laporan di Mapolres Aceh Timur, untuk dimintai keterangannya atas videonya yang diunggah di media sosial didepan plank Satreskrim Polres Aceh Timur.
Selanjutnya, terkait kedua akun tersebut YN dan DB ini sudah terdeksi sejak kampanye pilkada sudah melakukan penyerangan secara masif di media sosial, terhadap pribadi saya, keluarga saya, istri saya, anak saya dan almarhum orang tua saya, katanya.
Kami juga akan melaporkan kembali yang bersangkutan, terkait dengan tudingan Hadas, yaitu menuduh seseorang melakukan perzinaan, maka ada beberapa klausul yang akan kami terapkan kepada yang bersangkutan, termasuk sejumlah akun-akun yang membuat foto-foto saya secara AI juga akan kami laporkan di Mapolres Aceh Timur.

Pada awalnya kami tidak menanggapi, mengapa? Apabila kami menanggapi secara reaktif nanti masyarakat mengatakan dalam bahasa Aceh (Ala dikritik pih hanjeut, beok-beok ka dipidana warga) artinya Ala dikritik pun tidak bisa, sedikit-sedikit warga sudah dipidana, kami pun elus-elus dada, tetapi akhirnya tetap menjadi-jadi, bahkan indikasi ada orang yang menyuruh.
Maka itu kami ambil inisiatif untuk melaporkan bersangkutan di Mapolda Aceh untuk mempertanggungjawabkan, apa yang mereka sampaikan diruang media digital.
Ia mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Aceh Timur, untuk fokus mendukung program-program pemerintah dalam proses penanggulangan bencana banjir.
“Bupati Al Farlaky juga berharap, setelah ini tidak ada lagi kegaduhan di ruang publik apapun, mari kita bergandengan tangan dan bekerja dengan profesi kita masing-masing “, ajaknya.
Selain itu juga, mari kita fokus dalam mendukung pembangunan Aceh Timur, serta kebijakan pemerintah yang on the track.
“Kami juga sangat terbuka di negara demokrasi pemerintah yang saya pimpin, dan kami juga sangat terbuka untuk disampaikan kritik, saran dan pendapat, yang juga tentunya dengan menyiapkan saran-saran yang konstruktif”, paparnya.
Untuk itu, apabila ada kebijakan kami yang salah tolong sampaikan, justru kami membuka seluas-luasnya dan yang sebesar-besarnya, konfirmasi yang jelas dalam membuat berita yang cover boxet, itu akan menjadi jurnalis yang damai.
Diakhir acara itu, Ia meminta kepada seluruh jajaran Komite Peralihan Aceh, KPA PA, saya mohon kiranya kita juga menyikapi persoalan ini dengan kepala dingin dan bijak, untuk mencapai arah pembangunan Aceh Timur bersama 4 tahun lagi.
Ini waktu masa yang panjang, bila kita terus bertengkar dan bila kita terus berpolemik, maka 4 tahun ini akan kosong untuk mengisi pembangunan di Aceh Timur, tetapi bila kita damai satu merangkul tangan, maka pembangunan di Aceh Timur dapat kita raih wujudkan bersama”, pungkasnya.
Sar/hR
Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
