DAERAH  

Bupati Gus Irawan Tegaskan Manajemen Talenta ASN Harus Objektif, Dorong Perubahan dari Top Leader

Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga, didampingi Sekretaris Daerah H. Sofyan Adil saat menghadiri penerapan Manajemen Talenta ASN yang terintegrasi dalam akun MyASN, dilaksanakan di Aula Sarasi Lantai Tiga Kompleks Perkantoran Bupati Tapanuli Selatan, Sipirok, Foto : Rahmat Nduru/haba RAKYAT.

SIPIROK – haba RAKYAT l Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan terus memperkuat tata kelola aparatur sipil negara melalui penerapan Manajemen Talenta ASN yang terintegrasi dalam akun MyASN.

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Sarasi Lantai Tiga Kompleks Perkantoran Bupati Tapanuli Selatan, Sipirok, Senin (26/01/2026), dan dihadiri Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekretaris Daerah H. Sofyan Adil, para pimpinan OPD, kabag, sekretaris, kepala bidang, serta kasubbag umum dan kepegawaian seluruh OPD se-Kabupaten Tapanuli Selatan.

Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu menegaskan bahwa penerapan manajemen talenta telah memiliki dasar hukum melalui Surat Keputusan Bupati sejak April 2022.

Menurutnya, keberhasilan sistem ini menuntut perubahan mendasar yang dimulai dari para pimpinan.“Manajemen talenta ini butuh perubahan dari top leader. Sejak pertama dilantik, saya sudah membuat gebrakan dengan mengadakan uji kompetensi terhadap seluruh pejabat di Tapanuli Selatan, dan itu sudah dilakukan dua kali. Sampai hari ini, sudah 1.015 ASN mengikuti uji kompetensi,” ujar Bupati.

Bupati juga meminta seluruh pimpinan OPD membentuk tim kerja yang solid serta memastikan setiap ASN yang terlibat benar-benar memberikan kontribusi nyata. Ia menekankan pentingnya ukuran kinerja yang objektif melalui sistem manajemen talenta.

Saat ini, jumlah ASN di Kabupaten Tapanuli Selatan tercatat sebanyak 6.853 orang, terdiri dari 2.187 PNS dan 4.666 PPPK. Bupati menegaskan bahwa untuk dapat masuk dalam kuadran unggul (box 7 dan 8) pada peta talenta, ASN tidak perlu melakukan pendekatan personal.

“Jangan minta ke saya. Tunjukkan kinerja. Saya selalu memuaskan atasan dengan kinerja. Kalau diberi pekerjaan tiga hari, saya usahakan satu hari selesai,” ungkapnya memberi motivasi.

Ia juga berpesan kepada seluruh pimpinan agar melakukan penilaian apa adanya. Menurutnya, tidak boleh lagi ada pendekatan-pendekatan lain selain pendekatan objektif berbasis kinerja dan kompetensi.“Ini titik awal kita berubah ke yang lebih baik. Tinggalkan yang lalu-lalu yang tidak baik,” tegasnya.

RN/hR


Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca