
Sigli,haba RAKYAT I Bupati Pidie, H Sarjani Abdullah, S.H., M.H., didampingi Wakil Bupati Alzaizi dan Sekda Drs. Samsul Azhar, secara resmi menyerahkan kunci Hunian Sementara (Huntara) kepada warga korban banjir bandang (Bencana Hidrometeorologi)di Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Kamis (22/01/2026).
Penyerahan secara simbolis kunci Huntara yang diawali dengan prosesi Peusijuek oleh Abon Hasan Basri Blang Teungoh tersebut menandai rampungnya pembangunan Huntara sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan warga korban banjir memiliki tempat tinggal yang layak huni pascabencana pada 26 November 2025 lalu.

Selain Huntara, Bupati juga menyerahkan secara simbolis Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu/Kepala Keluarga (KK)/bulan, selama 3 bulan kepada 41 KK korban bencana banjir bandang yang tidak mendapatkan Huntara tersebut.
Selain itu, kepada para korban banjir bandang tersebut Pemkab Pidie juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako, selimut dan sandang.

Juru Bicara Bupati Pidie, Andi Firdhaus, S.H., C P.M., menyampaikan, bahwa pembangunan Huntara tersebut merupakan bagian dari upaya penanganan darurat pascabencana sekaligus solusi sementara bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana banjir bandang.
Kata Andi Firdhaus, yang akrap disapa Andi Lancok, bahwa bupati juga menyampaikan, pembangunan Huntara merupakan langkah cepat pemerintah untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat setelah bencana, dan biaya DTH untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar tempat tinggal selama masa transisi darurat menuju pemulihan.
“Melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), pembangunan Huntara dilaksanakan dengan metode swakelola tipe II sebanyak 12 unit. Huntara ini diperuntukkan bagi warga yang rumahnya hanyut dan mengalami rusak berat akibat banjir bandang,” ujar Andi Lancok, mengutip keterangan bupati.
Ia menjelaskan, seluruh unit Huntara dibangun di lokasi yang telah ditetapkan dan dinilai aman dari potensi ancaman bencana susulan. Pembangunan ini menjadi prioritas pemerintah daerah agar warga terdampak tidak berlama-lama tinggal di lokasi pengungsian.

“Hunian ini bersifat sementara, namun dipastikan layak huni serta mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sambil menunggu pembangunan Hunian Tetap (Huntap),” tambahnya.
Pembangunan Huntara tersebut didanai melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Pidie Tahun Anggaran 2025.
Selain menyediakan hunian, sebut Andi Lancok, Pemkab Pidie melalui instansi terkait akan memastikan ketersediaan air bersih, sanitasi, serta akses layanan kesehatan bagi para penghuni Huntara.

Bupati juga menyampaikan bahwa pembangunan Huntara merupakan langkah awal dalam penanganan pascabencana. Pemerintah daerah saat ini terus menyiapkan skema rehabilitasi dan rekonstruksi rumah permanen, termasuk rencana relokasi bagi warga yang bermukim di kawasan rawan bencana.
“Masa transisi darurat menuju pemulihan ini harus dioptimalkan karena menjadi fase penghubung antara respons tanggap darurat dengan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” jelas Andi Lancok.
“Semoga Gampong Blang Pandak menjadi gampong yang tangguh bencana di Kabupaten Pidie,” demikian harapan Bupati H. Sarjani Abdullah, sebagaimana disampaikan Andi Lancok.

Turut hadir pada kegiatan ini, Ketua DPRK Pidie, Anwar Sastra Putra (ASP) bersama unsur Forkopimda lainnya, Asisten III Setdakab Pidie, Jufrizal, S.Sos., M.Si., Kadis PRKP, Thantawi, S.T., M.T., Kalak BPBD, Muhammad Rabiul, S.T., M.T., serta Perwakilan BNPB Pusat.
Kemudian, Dansubdenpom IM/1-3 Sigli, Kabid RR BPBD Pidie, Ir. Ali Basyah, S.T., S.E., M.M., Kabid Perumahan PRKP Pidie, Yusbindar, S.T., M.T., Kabag Prokopim Setdakab Pidie, Fahmi, S.STP., M.Si., Camat beserta unsur Forkopincam Tangse, Camat Kembang Tanjong, Keuchik serta tokoh masyarakat setempat.(AA/hR)
Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






