Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, saat menghadiri Safari Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M dirangkai dengan Pengajian Bulanan Pemerintah Kabupaten Tapsel bersama Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Angkola Timur. Foto : Rahmat Nduru/haba RAKYAT.
TAPSEL – haba RAKYAT l Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menggelar Safari Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M yang dirangkai dengan Pengajian Bulanan Pemerintah Kabupaten Tapsel bersama Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Angkola Timur.
Kegiatan ini dilaksanakan di Lingkungan II Sosopan, Kelurahan Pasar Pargarutan, Kecamatan Angkola Timur, Minggu (18/01/2025).
Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pengajian akbar ini yang pertama ia hadiri setelah bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Tapanuli Selatan pada 25 dan 26 November lalu.
Ia mengungkapkan rasa syukur karena Kecamatan Angkola Timur termasuk wilayah yang tidak terdampak parah bencana.

Bupati menjelaskan bahwa dari 15 kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan, sebanyak 13 kecamatan terdampak pada peristiwa bencana pada Tanggal 25 dan 26 November yang lalu. Tanggaln25 Desember yang lalu, Kecamatan Saipar Dolok Hole juga mengalami dampak, sehingga total wilayah terdampak menjadi 14 kecamatan. Saat ini, hanya Kecamatan Aek Bilah yang tidak terdampak bencana.
Ia juga menyampaikan, sebelum menghadiri pengajian Akbar tersebut, beliau baru saja melakukan koreksi data rumah warga yang terdampak bencana. Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 2.400 rumah terdampak, dengan 1.808 rumah mengalami rusak berat dan harus dibangun kembali.
Alhamdulillah, kehadiran Bapak Presiden Prabowo Subianto pada 31 Desember 2025 yang sekaligus merayakan pergantian malam Tahun Baru bersama masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan membuat bantuan terus berdatangan,” ujar Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gus Irawan Pasaribu mengaku terharu dan bangga melihat kuatnya nilai-nilai “Dalihan Natolu” di tengah masyarakat Tapanuli Selatan.
Menurutnya, meskipun beberapa desa seperti Garoga, Hutagodang, Tandihat, Aek Ngadol, dan Batu Horing mengalami dampak paling parah, kondisi sosial masyarakat Tapsel pascabencana tetap kondusif berkat kuatnya nilai kebersamaan dan kearifan lokal.
RN/hR
Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






