
Sigli,haba RAKYAT I Ancaman kekeringan terhadap lahan pertanian warga mulai ditangani serius. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, melakukan penyiraman lahan pertanian di Desa Pante Crueng, Kecamatan Padang Tiji, Jumat (04/09/2026), sebagai langkah antisipatif agar tidak terjadi puso atau gagal panen.

Sebanyak 500 hektare lahan sawah di desa tersebut dilaporkan terancam kekeringan akibat minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.
Plt. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Pidie, Apriadi Ahmad, S.Sos., yang juga Asisten II Setdakab Pidie, menyampaikan hal itu kepada media, Sabtu (05/09/2026).
“BPBD Pidie mengerahkan 2 unit Damkar ke lokasi untuk melakukan penyiraman lahan. Ini langkah antisipatif yang kita lakukan bersama agar sawah masyarakat tidak mengalami puso,” ujar Apriadi.
Kerja Sama Lintas Sektor
Kegiatan penyiraman ini merupakan bentuk sinergi BPBD Pidie dengan Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie.

Menurut Apriadi, koordinasi cepat dengan Kementan dan Distanpang diperlukan untuk memastikan ketahanan pangan di Pidie tetap terjaga di tengah cuaca ekstrem.
“Kami bergerak cepat karena ini menyangkut hajat hidup petani. Jangan sampai 500 hektare ini gagal panen. Dengan penyiraman ini diharapkan lahan bisa bertahan sampai musim hujan tiba,” jelasnya.
Petani Diimbau Hemat Air
Apriadi juga mengimbau para petani di wilayah rawan kekeringan lainnya untuk lebih bijak dalam penggunaan air dan segera melapor jika lahannya mulai mengalami kekeringan.

Asisten II Apriadi Ahmad (kiri) ketika bersama Dr. Safrizal ZA, Dirjen Adwil Kemendagri, (Kasatgas PRR Bencana Hidrometeorologi Aceh), Jum’at (04/09/2026), disela sela monitoring langsung pembersihan lahan sawah di Kembang Tanjong yang terdampak bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Pidie pada akhir November 2025 lalu.
“Tim kami siap bergerak. Lapor ke BPBD atau keuchik setempat agar bisa segera kita tindaklanjuti,” tambahnya.
Penyiraman oleh armada Damkar ini menjadi salah satu upaya darurat BPBD Pidie dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang mulai dirasakan petani di sejumlah kecamatan. (AA/hR)
Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.











