https://amazing-population.com/bm3yV.0/Pp3_pdvkbTmqV/JfZ/DL0L2rOeDOEJ3ENMzvAaxSL/T/Y/4sMkTrcb3/MIDeUn
DAERAH  

Diskusi Panel Bertemakan “Komitmen Daerah dan Sinergi Multisektoral untuk Peningkatan Imunisasi Dasar Anak” Berlangsung di Pidie

Sigli,haba RAKYAT I Pemkab Pidie bersama Indonesia Medical Education and Research Institute Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (IMERI-FKUI), Universitas Syiah Kuala, serta pemangku kepentingan lintas sektor menggelar Participatory Workshop: Komitmen Daerah dan Sinergi Multisektoral dalam Upaya Peningkatan Cakupan Imunisasi Dasar Anak

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari sejak 21 sampai 22 Maret 2026 dan diikuti oleh berbagai kalangan ini bertempat di Aula Kantor Bappeda Pidie.

Kegiatan ini bagian dari program UNDERVAC-ID yang bertujuan memperkuat komitmen daerah dan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) anak di Kabupaten Pidie.

Workshop dihadiri Sekda Drs. Samsul Azhar yang mewakili Bupati Pidie, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dr. Muhammad Dwi Wijaya, pimpinan OPD, perwakilan Kemenag, Dinas Pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi profesi kesehatan, UNICEF, akademisi Unsyiah, kader kesehatan, TP-PKK, dan pemangku kepentingan lainnya.

Sekda Pidie Drs. Samsul Azhar, dalam salah satu poin sambutan dan arahannya menegaskan, bahwa imunisasi adalah investasi penting untuk melindungi generasi dari Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).

“Dukungan dan keterlibatan aktif seluruh sektor diperlukan, tidak hanya sektor kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kadinkes Pidie dr. Muhammad Dwi Wijaya memaparkan data capaian IDL. Tahun 2025 capaian IDL 8,2% atau 656 anak dari 7.969 sasaran.

“Hingga Triwulan I 2026, capaian baru 2,1% atau 148 anak dari 7.079 sasaran. Data ini menjadi perhatian bersama dan menegaskan perlunya percepatan peningkatan cakupan IDL,” sebutnya.

Workshop membahas tantangan pelaksanaan imunisasi, seperti penolakan orang tua, kekhawatiran KIPI, rendahnya partisipasi keluarga, misinformasi di media sosial, hingga terbatasnya dukungan lintas sektor dan kebijakan daerah.

Hasil diskusi dari forum tersebut menyepakati strategi penguatan program imunisasi, meliputi:

  1. Penguatan promosi kesehatan dan media KIE imunisasi di masyarakat
  2. Pendampingan dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, khususnya bidan desa
  3. Penguatan kolaborasi lintas sektor dan tokoh agama/masyarakat
  4. Penguatan monitoring dan evaluasi berkala
  5. Penyusunan kebijakan daerah pendukung program imunisasi
  6. Peningkatan edukasi masyarakat terkait manfaat imunisasi dan penanganan KIPI

Pemkab Pidie juga memaparkan inovasi yang sudah berjalan, seperti penguatan media KIE di desa dan posyandu, pendampingan bidan desa, monitoring pelayanan imunisasi, promosi lewat media sosial dan video pendek, serta implementasi inovasi Kartu Pidie Sehat.

Puncak kegiatan ditandai penandatanganan Pernyataan Komitmen Bersama Akselerasi Capaian IDL melalui Sinergi Lintas Sektor oleh Bupati Pidie dan pemangku kepentingan sebagai bentuk keseriusan bersama.

Melalui kegiatan ini diharapkan kolaborasi multisektoral berkelanjutan dan meningkatnya kesadaran serta partisipasi masyarakat demi mewujudkan generasi Pidie yang sehat, kuat, dan terlindungi.(AA/hR)


Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca