Peran serta masyarakat dalam mewujudkan lingkungan bersih sangat krusial melalui aksi nyata seperti memilah sampah, rutin bergotong royong, mengurangi plastik, dan mengelola bank sampah. Kesadaran aktif warga, mulai dari tingkat rumah tangga, dapat mempercepat terciptanya lingkungan sehat dan nyaman, serta mengurangi beban pengelolaan sampah pemerintah.
Masyarakat merupakan fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Partisipasi ini tidak hanya meringankan tugas pemerintah, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi kualitas hidup warga.
Memilah sampah secara mandiri dari rumah adalah langkah awal yang sangat penting untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan menjaga kelestarian lingkungan. Dengan turut serta melakukan proses pemilahan/pengolahan sampah ditingkat rumah tangga sudah membantu mengurangi penumpungan sampah yang kian hari semakin mengkhawatirkan.
Untuk diketahui informasi dari Dinas Lingkungan Hidup Aceh Besar, TPA Regional Blang Bintang Menangani rata-rata 80-85 ton sampah per hari. TPA Jantho Menerima sekitar 10-11 ton sampah per hari. DLH aktif melakukan pembersihan sampah di tempat penampungan sementara dan ilegal, terutama pasca libur panjang, serta mengajak masyarakat menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah secara ilegal di lokasi umum dan dipinggir jalan.

Untuk itu DLH Aceh Besar terus melakukan sosialisasi dan edukasi terkait pengelolaan sampah untuk Masyarakat. Hal ini bertujuan untuk membangun pemahaman bahwa tanggung jawab akan kebersihan lingkungan adalah hal yang juga membutuhkan peran Masyarakat. Khususnya kebersihan dilingkungan gampong yang di dominasi oleh imbah sampah rumah tangga.
Sosialisasi tersebut bertujuan untuk memberikan informasi serta mengajak masyarakat untuk peduli terhadap persoalan lingkungan terutama dampak dari sampah hari produksi rumah tangga. Muwardi menerangkan sampah memang sering menjadi persoalan dan mengganggu, karena setiap hari volumenya semakin bertambah, namun kurang mendapat perhatian kita bersama.
“Untuk itu sosialisasi ini digelar supaya kita semua memiliki informasi dan edukasi agar peduli terhadap sampah,” ungkap Kepala DLH Aceh Besar, Muwardi SH.
Untuk diketahui Sampah rumah tangga di Aceh Besar adalah penyumbang utama sampah dengan volume mencapai lebih dari 36.000 ton per tahun, sebagian besar (sekitar 70%) adalah sampah organik. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Besar mengajak masyarakat untuk mengelola sampah sejak dari rumah dengan cara memilahnya. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos, sementara sampah bernilai ekonomi dapat disalurkan melalui bank sampah.
Peran serta masyarakat sangat krusial dalam membantu pemerintah mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Keterlibatan aktif warga dapat meringankan beban pemerintah sehingga program pengelolaan lingkungan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Pemerintah terbantu secara signifikan jika masyarakat melakukan pemilahan sampah di rumah (organik, anorganik, dan B3). Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) membantu mengurangi beban sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). (Redaksi)
Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












