Lhoksukon, haba RAKYAT
SMP Negeri 1 Lhoksukon menggelar workshop pendampingan literasi dan numerasi bagi para guru sebagai upaya memperkuat kualitas proses belajar mengajar di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi pendidik dalam mengintegrasikan kemampuan literasi dan numerasi ke dalam setiap mata pelajaran sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik.
Workshop tersebut menghadirkan pemateri Fakrilianur, S.Pd., M.Pd yang berkompeten di bidang pendidikan dengan materi seputar strategi pembelajaran berbasis literasi dan numerasi, penyusunan perangkat ajar, hingga penerapan metode pembelajaran yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah pada siswa.

Kepala SMP Negeri 1 Lhoksukon H. Azhari SPd.. MPd menyampaikan bahwa penguatan literasi dan numerasi merupakan bagian penting dari transformasi pendidikan yang harus terus dikembangkan oleh seluruh tenaga pendidik.
“Workshop ini menjadi momentum bagi para guru untuk terus meningkatkan kompetensi profesional”.
Literasi dan numerasi bukan hanya tanggung jawab guru Bahasa Indonesia dan Matematika, melainkan menjadi budaya belajar di seluruh mata pelajaran.
“Kami berharap hasil kegiatan ini dapat diterapkan secara nyata di ruang kelas sehingga mampu melahirkan peserta didik yang cerdas, kritis, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 1 Lhoksukon menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dengan membangun budaya belajar yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Diharapkan, penerapan literasi dan numerasi secara berkelanjutan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat prestasi akademik maupun karakter peserta didik. (Lie)
Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













