https://amazing-population.com/bm3yV.0/Pp3_pdvkbTmqV/JfZ/DL0L2rOeDOEJ3ENMzvAaxSL/T/Y/4sMkTrcb3/MIDeUn
DAERAH  

Hari Ibu di Tengah Bencana: TP-PKK Bersama DP3AKB Pidie Gelar Trauma Healing Untuk Anak Terdampak Banjir di Pengungsian

Sigli,haba RAKYAT I Di tengah kesedihan dan kesulitan akibat banjir bandang dan longsor, anak-anak pengungsi di Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, menemukan kebahagiaan sederhana mereka.

Dengan duduk bersila di bawah tenda pengungsian, mereka kelihatan sangat bergembira, sembari menggambar, bernyanyi, dan bermain bersama Hj. Rohana, S.TP., Ketua TP-PKK Kabupaten Pidie, yang tak lain adalah istri dari H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H., Bupati Pidie.

Kegiatan trauma healing, pada Kamis (25/12/2025) bagi anak-anak terdampak bencana banjir di pengungsian ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 di Pidie.

Kehadiran Hj. Rohana Sarjani, yang didampingi oleh Kadis Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Pidie, Nurhanisah, S.IP., M.M., tidak berdiri sebagai pejabat, melainkan sebagai sosok seorang ibu, dengan penuh kasih sayang menemani anak-anaknya bermain dan mengekspresikan perasaan mereka.

“Hari Ibu adalah tentang merawat dan memastikan anak-anak merasa aman dan nyaman,” ungkap Hj. Rohana Sarjani.

Anak-anak menggambar apa saja yang mereka sukai di atas kertas warna-warni. Dengan gambar yang mereka buat, seolah-olah mereka sedang menceritakan hal- hal yang membuat rasa aman dan nyaman.

Sementara itu, Kadis P3AKB Pidie, Nurhanisah, mengatakan bahwa pemulihan pasca bencana tidak hanya soal logistik dan infrastruktur, tetapi juga tentang pemulihan psikologis, terutama bagi anak dan perempuan.

“Anak-anak korban bencana banjir membutuhkan ruang aman untuk mengekspresikan perasaan mereka. Kegiatan trauma healing seperti ini membantu mereka mengurangi rasa takut dan kembali percaya diri,” ujarnya.

Peringatan Hari Ibu di lokasi pengungsian menjadi pengingat bahwa peran ibu dan perempuan sangat sentral dalam menjaga ketahanan keluarga di tengah situasi krisis.

“Hari Ibu bukan hanya seremonial. Ini momentum untuk memastikan perempuan dan anak tetap mendapatkan perlindungan, perhatian, dan pendampingan, bahkan saat berada dalam kondisi darurat,” terang Nurhanisah.

Anak-anak pengungsian terdampak banjir sangat menikmati kegiatan trauma healing yang dilaksakan oleh DP3AKB bersama TP-PKK Pidie. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pemulihan anak- anak korban bencana.(AA/hR)


Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca