banner 325x300

banner 728x90

DAERAH  

Ibunda Imam Masykur: Haji Uma, Mengapa Mereka Bunuh Anak Saya?

banner 120x600

Ibunda Almarhum Imam Masykur ketika menemui H Sudirman (H Uma) di Jakarta. Senin.(4/9/photo/Ist/dok/hR)

Jakarta, haba RAKYAT – Fauziah (47) ibunda dari Almarhum Imam Masykur (25) warga Bireuen korban meninggal dunia akibat penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum Pampampres sudah berada di Jakarta untuk mencari keadilan bagi anaknya. Senin (04/09/2023)

Dikabarkan, setiba di Jakarta pada Minggu 03 September 2023, Ibunda Imam Masykur ini disambut oleh tim advokat Hotman Paris dan H. Sudirman alias Haji Uma salah satu anggota DPD RI asal Aceh

Di awal perbincangannya dengan Haji Uma, dengan wajah kosong, ibunda Imam Masykur melontarkan pertanyaan yang tak mampu dijawab Haji Uma. “Teungku Haji, mengapa mereka bunuh anak saya” ungkap Ibunda Imam Masykur dengan nada sedih.

Mendengar pertanyaan dari Ibunda Imam Masykur, Haji Uma sempat tertegun dan tidak bisa berkata apa-apa, sangat berat bagi Haji Uma untuk menjawab pertanyaan ibunda Imam Masykur, sementara tatapan datar ibunda Imam Masykur terus tertuju kepada Haji Uma berharap jawaban

Haji Uma sesaat memalingkan wajah sambil mencari jawaban yang dapat menenangkan hati ibunda Imam Masykur

Ibu banyak bersabar ya, itu sudah takdir Allah, empat hal kehendak Allah yang tidak dapat ditolak oleh manusia, langkah, rezeki, jodoh dan maut” ungkap Haji Uma berusaha menenangkan Ibunda Imam Masykur

Ibunda Imam Masykur kembali bertanya kepada Haji Uma terkait kabar bahwa Haji Uma sudah berjumpa dengan pelaku pembunuh anaknya

“Na neutanyong Tgk Haji pakon awak nyan tega ji siksa dan jipoh aneuk lon (apakah haji Uma pernah menanyakan kepada pelaku mengapa mereka tega menyiksa dan mebunuh anak saya),” ucap bunda Imam Masykur dengan nada pilu.

Haji Uma membenarkan bahwa dirinya bersama Fadlullah Dek Fad sudah bertemu dengan pelaku di Pomdam Jaya, dan sudah bertanya kepada pelaku mengapa begitu tega mereka menyiksa dan membunuh Imam Masykur yang merupakan warga Aceh.

Haji Uma menjelaskan bahwa dirinya dan Dek Fad tidak terpengaruh dengan penyesalan pelaku atas kejadian ini dan penjelasan pelaku bahwa tidak berniat sama sekali mengakhiri hidup Imam Masykur

Hukum tetap harus tegak, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dimata hukum, saya akan selalu mengawal proses hukum kasus ini sampai ibu mendapatkan keadilan bagi Almarhum,” papar Haji Uma kepada Ibu Almarhum.

Haji Uma mengajak sembari berjuang mendapatkan keadilan tidak lupa pula selalu mendoakan Almarhum Imam Masykur mendapatkan tempat yang layak disisi Allah SWT. (Az/hR)

banner 325x300