DAERAH  

Jembatan Gantung Garuda “Harapan Warga” Bantuan Kemhan RI Hampir Rampung: Sekda Pidie Ikut Meninjau Langsung

Sigli,haba RAKYAT I Harapan warga Desa Baro Yaman, Kecamatan Mutiara, dan Desa Tiba Masjid, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, kian mendekati kenyataan. Pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang menjadi penghubung vital antarwilayah itu kini memasuki tahap akhir dan segera siap difungsikan.

Jembatan ini merupakan bagian dari program pembangunan 1.000 jembatan nasional sebagai bantuan Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang menegaskan bahwa negara hadir dalam mengatasi kesulitan masyarakat.

Pembagunan jembatan Garuda dikabupaten Pidie tersebut dikerjakan oleh Satgas Gulbencal TNI dengan melibatkan personel Kodim 0102/Pidie, Yonif TP 857/GG, serta tim Vertical Rescue Indonesia (VRI).

Kehadiran jembatan gantung ini dinilai strategis karena akan memangkas jarak tempuh warga sekaligus memperlancar aktivitas perekonomian, pertanian, pendidikan, dan interaksi sosial masyarakat setempat dan sekitarnya.

Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., melalui Danramil 24/Mutiara Timur Kapten Inf Yunus Emha, S.Pd., S.H., menegaskan, pengerjaan terus dipacu agar jembatan segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam beraktivitas sehari hari.

“Saat ini pembangunan sudah memasuki tahap pemasangan kawat bronjong dinding jembatan, pemasangan lantai, serta pengecatan lantai dan gapura. Kami optimis tiga hingga empat hari ke depan jembatan rampung sepenuhnya, selama tidak ada kendala di lapangan,baik secara teknis maupun nonteknis” ujar Danramil 24/Mutiara Timur, Rabu (04/02/2026).

Di tempat yang sama, Kepala Desa Tiba Masjid, Hariyadi, menyampaikan apresiasi tinggi dari masyarakat atas pembangunan tersebut. Menurutnya, jembatan ini telah lama dinantikan sebagai akses alternatif yang lebih aman dan efisien bagi warga dua desa.

“Masyarakat sangat berterima kasih.Tentunya jembatan ini akan mempermudah akses ke kebun, sawah,anak sekolah, dan berbagai kegiatan sosial warga, yang tidak harus memutar jauh” kata Keuchik.

Dalam proses pengerjaan, Satgas Gulbencal TNI dan tim VRI mendapat dukungan aktif masyarakat setempat. Partisipasi warga mempercepat pembangunan sekaligus memperkuat semangat gotong royong yang menjadi fondasi kehidupan desa.

Kolaborasi antara TNI, relawan, dan masyarakat menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang kebersamaan dalam membangun masa depan wilayah yang lebih baik.

Sekda Pidie Tinjau Jembatan Gantung Garuda

Sebelumnya, pada Selasa (03/02/2026), Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie, Drs. Samsul Azhar, didampingi Camat Mutiara Timur, Danramil 24/Mutiara Timur, serta unsur Forkopincam lainnya, meninjau langsung pembangunan jembatan gantung Garuda yang menghubungkan Gampong Tiba Mesjid (Mutiara Timur) dengan Gampong Baro Yaman (Mutiara).

Peninjauan ini untuk melihat langsung kemajuan pembangunan jembatan bantuan Presiden RI melalui Kemhan, dan dikerjakan oleh Satgas Gulbencal TNI dengan melibatkan personel Kodim 0102/Pidie, Yonif TP 857/GG, serta tim Vertical Rescue Indonesia (VRI).

Pembangunan jembatan ini menjadi harapan dan sangat dinantikan oleh masyarakat, khususnya dari dua desa tersebut. Selain memangkas jarak tempuh antar desa dan kecamatan, akses jembatan ini akan memperlancar aktivitas masyarakat di segala bidang, sebut Sekda.

“Atas nama Pemkab Pidie, Kita sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah pusat, provinsi, TNI, serta semua unsur yang telah berupaya keras dan dengan keikhlasan dalam pembangunan jembatan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat ini,” ucap Sekda.(AA/hR)


Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca