https://amazing-population.com/bm3yV.0/Pp3_pdvkbTmqV/JfZ/DL0L2rOeDOEJ3ENMzvAaxSL/T/Y/4sMkTrcb3/MIDeUn
DAERAH  

Kodim 0102/Pidie Rampungkan RTLH Pasangan Lansia di Lampoh Krueng, Dandim: Program Ini Bukan Hanya Soal Membangun Rumah, Tetapi Juga Tentang Membangun Harapan

Sigli,haba RAKYAT I Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dilaksanakan Kodim 0102/Pidie di Desa Lampoh Krueng, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, Aceh, resmi rampung 100 persen.

Rumah milik pasangan lanjut usia, bapak Jai Mikarja (85) bersama ibu Mumun Sopiah (75), berserta cucunya, kini telah berdiri kokoh dan siap ditempati, Sabtu (21/02/2026).

Sebelumnya, kondisi hunian mereka sangat memprihatinkan, dimana atap bocor, ruangan sempit, dinding rapuh, serta lantai yang tidak layak, membuat bapak Jai Mikarja dan ibu Mumun Sopiah beserta cucunya hidup dalam keterbatasan dan rasa was-was, terutama saat hujan turun.

Melalui program RTLH, Kodim 0102/Pidie melakukan perbaikan menyeluruh, mulai dari struktur bangunan hingga tahap finishing.

Dandim 0102/Pidie, Letkol Inf. Abdul Hadi, S.Sos., menegaskan bahwa rampungnya pembangunan RTLH di Lampoh Krueng bukan sekadar penyelesaian proyek fisik, melainkan bentuk nyata kehadiran negara melalui TNI dalam membantu kebutuhan dasar masyarakat.

“Program ini bukan hanya membangun rumah, tetapi membangun harapan. Kami ingin memastikan warga yang kurang mampu, khususnya lansia, dapat tinggal dengan aman, nyaman, dan lebih bermartabat,” tegasnya.

Ia juga memastikan pengerjaan telah selesai sesuai target dan standar kelayakan hunian.

“Alhamdulillah seluruh tahapan pembangunan berjalan lancar. Rumah ini kini sudah bagus, rapi, dan layak ditempati. Rencananya, kunci akan diserahkan secara resmi kepada pemilik pada Minggu, 22 Februari 2026,” ujarnya.

Menurutnya, RTLH merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga menyentuh persoalan sosial dan kemanusiaan.

Program tersebut sekaligus menjadi wujud pembinaan teritorial yang memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Keterlibatan prajurit di lapangan dinilai mampu mempercepat proses pembangunan sekaligus mempererat hubungan emosional dengan warga sekitar.

Di sisi lain, ibu Mumun Sopiah tak kuasa menahan haru saat melihat rumah barunya. Dengan mata berkaca- kaca, ia menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Terima kasih Pak Dandim dan bapak- bapak TNI yang sudah memperbaiki rumah kami. Sekarang rumah kami jauh lebih bagus dan nyaman. Kami sangat senang dan bersyukur,” ungkapnya.

Meski program ini telah selesai, berbagai pihak menilai keberlanjutan RTLH tetap penting agar lebih banyak warga prasejahtera merasakan manfaat yang sama. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, serta partisipasi masyarakat menjadi kunci agar upaya peningkatan kualitas hunian bagi warga kurang mampu dapat terus berjalan.

Rampungnya RTLH di Lampoh Krueng menjadi bukti bahwa kolaborasi dan kepedulian mampu menghadirkan perubahan nyata bukan hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga memperbaiki kualitas taraf hidup masyarakat.(AA/hR)


Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca