banner 325x300

banner 728x90

DAERAH  

LOPMMI Terkesan Cari Keuntungan Dari Dana BOS, Bupati Bireuen Diminta Dapat Bertindak

banner 120x600

Bireuen, haba RAKYAT | LSM Anti Korupsi Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) Alfian mendesak Bupati Bireuen Muzakkar A Gani untuk dapat menghentikan kegiatan Pelatihan Penulisan Buku Berbasis Kearifan Lokal kerja sama Disdikbud Bireuen dengan Lembaga Orientasi Pengembangan Masyarakat Madani Indonesia (LOPMMI).

Menurut Alfian pelatihan Dengan mengandengkan pihak ketiga dengan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebanyak Rp 1,8 Juta/Peserta yang distor ke Lembaga LOPMMI terkesan hanya untuk mencari keuntungan dari Dana BOS.

“Hasil monitoring kita dari peserta, Pelatihan ini lebih kepada modus mencari keutungan dari Dana Bos. Pola seperti ini di Bireuen pernah dilakukan saat Bimtek Aparatur Desa tahun lalu memakai Lembaga pihak ketiga. Tak ada efek positif apapun. Kita berharap Bupati Bireuen jelang akhir kepemimpinannya harus peka terhadap persoalan dunia pendidikan seperti ini,”ujar Koordinator pekerja MaTA, Selasa (19/7/2022) kepada salah satu media portal.

Dalam hal ini Bupati Bireuen dapat memanggil pihak Disdikbud Bireuen mempertanyakan dasar pelaksanaan kegiatan Pelatihan. Kata Alfian jika pelatihan ini merupakan skala prioritas kenapa pihak Dinas tidak memasukan pelatihan dalam agenda rutin ini.

“Ini nampak sekali dan patut kita curiga pelatihan ini adalah bagian mencari keutungan dari dana Bos. Apalagi biaya yang dikeluarkan oleh Kepala Sekolah Rp 1,8 juta/peserta, tentu kalau tingkat SD skala biaya sangat besar,”jelas Alfian.

Masyarakat Transparansi Aceh juga mempertanyakan pihak Dinas Disdikbud Bireuen memberikan izin penggunaan dana Bos untuk kegiatan Pelatihan dengan patokan anggaran Rp 1,8 juta/peserta. “Biasanya kita melihat untuk level guru peningkatan Kapasitas pihak Dinas sendiri yang melaksakan bukan pihak ketiga panitia dari luar, Kita mempertanyakan ada apa dibalik kegiatan ini,”jelasnya.

“Jika kegiatan ini terus berlanjut hingga ketingkat Sekolah SMP kita akan menyurati pihak terkait, mempertanyakan urgensi kegiatan ini sebagai dasar untuk kita laporkan,”pungkas Koordinator pekerja MaTA ini.

Sementara itu Ketua Lembaga Orientasi Pengembangan Masyarakat Madani Indonesia (LOPMMI) Eddy Mukhti SE.M.AP kepada wartawan Bireuen menjelaskan Pelatihan yang mereka laksanakan difasilitas oleh Pihak Disdikbud Bireuen sekitar dua bulan yang lalu.

“Awalnya kita tawarkan kepada Dinas, selanjut difasilitasi oleh Dinas dikbud kita lakukan sosialisasi. Istilahnya ini kita jualan , kalau ada yang berminat silahkan untuk mengikuti,” kata Ketua LOPMMI asal Kota Langsa ini.

Menyangkut dana biaya Rp 1,8 Juta/ Peserta, Eddy menjelaskan biaya tersebut distor langsung ke Rekening Lembaga.

“Peserta juga mendapatkan uang Transpot Rp 50 ribu per hari. Karena kegiatan selama 3 hari jadi peserta dapat uang saku Rp 150 ribu/peserta,” sebut Eddy.

Selain itu kata Eddy peserta juga mendapatkan perlengkapan plus tutor pendampingan penulisan buku. “Menurutnya biaya Rp 1,8 juta/Peserta sudah rasional,”demikian kata Eddy Mukhti
Ketua LOPMMI asal Langsa ini.

Hingga berita ini ditayangkan, wartawan masih berusaha untuk terhubung dengan Bupati Bireuen mempertanyakan tindak lanjut desak MaTA. (Umar A Pandrah)

banner 325x300