
Sigli,haba RAKYAT I Pemkab Pidie secara resmi telah menerapkan pelaksanaan Gerakan Pembelajaran Al-Qur’an Satu Hari Satu Ayat untuk peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) sederajat dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat, sejak diluncurkan oleh Bupati Pidie, H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H., pada Rabu 21 Mei 2025 lalu, yang di pusatkan di SMPN 2 Sigli.
Tujuan gerakan ini adalah untuk membentuk generasi unggul yang berilmu dan berakhlak mulia, membebaskan buta baca Al-Qurโan, serta memotivasi peserta didik untuk mengerti dan mengamalkan Al-Qurโan.

Gerakan ini merupakan amanah syariat dan penting untuk dilaksanakan secara sistematis dan terukur untuk menciptakan generasi yang berwawasan Qurโani dan berbudi pekerti yang berlandaskan Al-Qurโan
Adapun Gerakan Pembelajaran Al-Qurโan Satu Hari Satu Ayat ini juga merupakan perwujudan Visi dan Misi serta Program Prioritas H. Sarjani Abdullah-Alzaizi Umar sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pidie periode 2025-2030, dalam menuju โPidie Meusyariat dan Pidie Caroengโ. Juga kelanjutan dari periode 2012-2017 H. Sarjani Abdullah-M. Iriawan, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pidie.

Untuk mengetahui perkembangan program yang bernaung di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pidie, dan sudah setahun lebih berjalan (sesuai Qanun Kabupaten Pidie No. 9 Tahun 2025 Tentang Gerakan Pembelajaran Al-Qur’an Satu Hari Satu Aya), Pemkab Pidie melalui Keputusan Bupati Pidie, memberikan kewenangan kepada Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) Wilayah Pidie untuk melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev).

Monev ini guna mengetahui sejauh mana penerapan dan perkembangan meliputi tiga hal utama kepada peserta didik jenjang SD dan SMP di Kabupaten Pidie, yaitu metode membaca, menulis dan menghafal dalam Gerakan Pembelajaran Al-Qur’an Satu Hari Satu Ayat.
Tim MUNA yang diturunkan terdiri dari Tim Assesor berjumlah 13 orang, sebagai tim yang mengevaluasi hasil monitoring lapangan oleh Tim Relawan, dan rekomendasi kepada Bupati Pidie.
Kemudian Tim Relawan berjumlah 23 orang, yang melakukan monitoring langsung ke sekolah-sekolah jenjang SD/sederajat dan SMP/sederajat yang tersebar di 23 kecamatan dalam Kabupaten Pidie.
Dalam keterangannya, Senin (29/06/2026), Sekretaris Tim Asesor, yang juga Sekretaris MUNA Wilayah Kabupaten Pidie, Tgk. Amri Aiyub, mengatakan bahwa tim melaksanakan Monev terhadap peserta didik di 230 jenjang SD sederajat dan 44 jenjang SMP sederajat yang tersebar di 23 kecamatan dalam Kabupaten Pidie.
Keterangan yang disampaikan Tgk. Amri Aiyub ini bertempat di Ruang Rapat Dinas Syariat Islam (DSI) Pidie, dan turut dihadiri oleh Ketum MUNA Wilayah Pidie, Tgk. Abu Bakar, Wakil Ketua Tim Tgk Hafni Abdurrahman, Anggota Tim Tgk. Musli Teubeng, dan Kepala DSI Pidie, drh. H. Fazli, M.Si., yang bertindak sebagai fasilitator dalam kegiatan Minev.
Lebih lanjut Tgk. Amri Aiyub menyampaikan bahwa dalam Monev, Tim Relawan turun langsung ke sekolah- sekolah melakukan monitoring terhadap para siswa dalam mengikuti proses pembelajaran yang dipandu oleh para guru.
“Di sini kemampuan para siswa dalam membaca, menulis dan menghafal ayat-ayat menjadi catatan tim. Juga metode yang digunakan oleh para guru. Hasil monitoring dari kunjungan Tim Relawan ini dibawa ke dalam rapat bersama Tim Asesor, untuk menjadi bahan evaluasi,” jelas Tgk. Amri.
Selanjutnya, kata Tgk. Amri, oleh Tim Asesor, berdasarkan hasil evaluasi akan menerbitkan rekomendasi yang kemudian disampaikan kepada bupati pidie, sebagai bahan kajian bersama instansi terkait untuk kelanjutan program tersebut.
Ia juga memaparkan hasil Monev, bahwa pada Triwulan I dari Januari hingga Maret 2026 ada peningkatan kemampuan peserta didik, ini bisa dilihat dari hasil bulan pertama hingga bulan ketiga dalam mengikuti kegiatan.
Dan pada Triwulan II, hasil monitoring lapangan menunjukkan kemajuan kemampuan peserta didik semakin menaik, di mana para peserta didik dengan mudah menerima pelajaran yang disampaikan oleh para guru.

“Dalam beberapa hari ini Tim Asesor akan mengadakan rapat untuk mengumpulkan hasil monitoring Tim Relawan dari seluruh jenjang sekolah, selanjutnya hasil evaluasi kita terbitkan rekomendasi untuk disampaikan kepada Bupati,” terang Tgk. Amri.
Tgk. Amri Aiyub, atas nama MUNA Wilayah Pidie berharap program ini terus dipertahankan dan ditingkatkan pada masa-masa akan datang, siapapun pimpinan daerah.

“Kita berharap gerakan ini terus berlanjut dan ditingkatkan, termasuk di jenjang SMA sederajat, siapapun pimpinan daerah ke depan. Kita juga berharap gerakan ini menjadi model bagi daerah lain, bahkan di Indonesia,” demikian ungkapan Tgk. Amri, yang diamini oleh pengurus lainnya.
Sementara itu, Kepala DSI Pidie, H. Fazli berharap dukungan seluruh elemen masyarakat, sehingga Gerakan Pembelajaran Al-Qur’an Satu Hari Satu Ayat, yang akan membentuk generasi muda sebagai generasi berilmu dan berakhlak mulia.

Lebih rinci H. Fazli menyampaikan, beberapa manfaat didapat dari Gerakan Pembelajaran Al-Qur’an Satu Hari Satu Ayat yang dicetuskan Bupati H. Sarjani Abdullah, yaitu:
- Menghapus angka Buta Baca Al-Qurโan bagi peserta didik,
- Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam membaca, menulis dan menghafal Al-Quran,
- Memotivasi peserta didik untuk memahami arti dan mengamalkan Isi Kandungan Al-Quran, serta.
- Menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qurโan sehingga peserta didik dapat meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan kepada Allah SWT.
“Sehingga nantinya akan membentuk Generasi Unggul Yang Berilmu dan Berakhlak Mulia. Jadi mari semua kita mendukung gerakan ini,” pinta H. Fazli.(AA/hR)
Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







