Ketua Paguyuban Muakhian Kalianda Lampung Selatan, Arie Al Izhar, S.I.Kom, mengelar acara Halal Bihalal 1447 H/2026 M, se-jabodetabek diselenggarakan di Aula Buya Hamka, Masjid Al Azhar, Jakarta Selatan. Foto : Wiji Lastini/haba RAKYAT.
Lampung Selatan – habarakyat.co.id | Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kampung halaman mewarnai gelaran Halal Bihalal 1447 H/2026 M, yang diselenggarakan oleh Muakhian Kalianda (MK) Lampung Selatan di Aula Buya Hamka, Masjid Al Azhar, Jakarta Selatan, Minggu (3/5/2026).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 500 warga asal Kabupaten Lampung Selatan yang berdomisili di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antar perantau, sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam mendukung kemajuan daerah asal.
Mengusung tema “Sucikan Hati, Saling Menjaga dan Eratkan Ikatan Silaturahmi Masyarakat Lampung Selatan di Perantauan”, acara ini diharapkan mampu memperkuat rasa kepedulian antar sesama warga Lampung Selatan yang merantau.
Ketua Muakhian Kalianda Lampung Selatan, Arie Al Izhar, S.I.Kom, menegaskan bahwa paguyuban ini hadir bukan sekadar sebagai wadah berkumpul, melainkan juga sebagai jembatan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Melalui Halal Bihalal ini, kami berharap masyarakat Lampung Selatan yang ada di Jabodetabek dapat saling mengenal, bersilaturahmi, dan saling peduli. Ke depan, kami ingin Muakhian Kalianda memberikan dampak yang lebih luas dan bermakna, serta berkontribusi bagi kemajuan Lampung Selatan,” ujarnya.
Acara tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh nasional, pejabat daerah, tokoh adat, hingga akademisi ternama. Di antaranya Menteri Koordinator Pangan RI Zulkifli Hasan, pengusaha nasional Aburizal Bakrie, Kapolda Jawa Barat Rudi Setiawan, serta Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama.
Turut hadir pula Dirjen Komdigi RI Fifi Aleyda Yahya, Anggota DPR RI Ruby Chairani Syiffadia, serta sejumlah tokoh akademisi dan budaya yang turut memberikan dukungan terhadap eksistensi paguyuban perantau Lampung Selatan.
Kemegahan acara semakin terasa dengan penampilan seni budaya khas Lampung Selatan, mulai dari Tari Sembah Siger Pengunten, Tari Khudat Kubro, Tari Muli Bukipas, hingga Tari Bedana.
Penampilan tersebut menjadi simbol kuat pelestarian budaya di tengah kehidupan perantauan.Tak hanya suguhan seni, para tamu undangan juga disuguhkan beragam kuliner tradisional khas Lampung Selatan, seperti Buak Balak, Gegado, Buak Lambang, Simpok Labu, hingga Gelemok, yang menambah nuansa kekeluargaan dalam acara tersebut.
Door prize berupa berbagai perlengkapan elektronik rumah tangga turut menambah kemeriahan suasana, sekaligus menjadi bentuk apresiasi kepada para peserta yang hadir.
Ketua Panitia, Ihsan Kariem, menutup kegiatan dengan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi.
“Kami berharap lewat Halal Bihalal ini semakin menguatkan rasa cinta kita kepada akar budaya kita, budaya Lampung. Ki mak kham sapa lagi, ki mak gatta, kapan lagi kham cinta pada budaya Lampung,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Muakhian Kalianda membuktikan bahwa perantau tidak hanya menjaga hubungan sosial, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak dalam melestarikan budaya dan mendukung kemajuan Lampung Selatan di masa depan.
WL/hR
Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












