
Sigli,haba RAKYAT I Komitmen Pemkab Pidie, Provinsi Aceh, dalam menangani dampak banjir bandang yang melanda beberapa wilayah kecamatan patut diacungi jempol. Sebagai bukti nyata, akan kembali menggelar gotong royong massal tahap II pada Minggu, 21 Desember 2025.

Sebelumnya pada tahap I, Sabtu 13 dan Minggu 14 Desember 2025, dipimpin langsung oleh Bupati, juga telah dilaksanakan gotong royong masal yang melibatkan ribuan ASN, kemvaga dan masyarakat. Pada 15 sampai 17 dilaksanakan oleh BPBD, PUPR dan DLH Pidie, yang dipantau langsung oleh Sekda Pidie.

Bupati Pidie, H Sarjani Abdullah, S.H., M.H., dan Wakil Bupati Al Zaizi Umar, akan memimpin langsung kegiatan ini, dengan melibatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), para unsur Forkopincam, serta Keuchik dan perangkat bersama masyarakat setempat.
Dengan membawa alat kerja dan bekal masing-masing, gotong royong ini akan dilaksanakan di tiga kecamatan terdampak, yaitu Mutiara, Mutiara Timur, dan Kembang Tanjong, dengan fokus pada pembersihan lingkungan, pemukiman, dan fasilitas umum.
“Pemerintah hadir, bekerja bersama warga, untuk membersihkan lingkungan dan memulihkan kehidupan pasca banjir,” ujar Sekda Pidie, Drs Samsul Azhar, dengan menekankan pentingnya kegiatan ini.
Ia juga menambahkan, bahwa gotong royong ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak.
Masyarakat diimbau untuk berpartisipasi dalam gotong royong ini, baik secara kelembagaan maupun perorangan. Keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk memperkuat semangat kebersamaan dan mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, baik secara kelembagaan maupun perorangan untuk bergabung dan berpartisipasi dalam gotong royong ini, karena kebersamaan dan solidaritas adalah kunci untuk memulihkan lingkungan dan kehidupan kita,” imbau Samsul Azhar.
Dengan gotong royong ini, diharapkan lingkungan dan pemukiman masyarakat dapat kembali bersih dan sehat, serta mempererat kebersamaan dan solidaritas masyarakat Pidie. Pemkab juga berharap bahwa kegiatan ini dapat membantu masyarakat kembali ke kehidupan normal dan lingkungan yang lebih sehat.

Sasaran utama gotong royong adalah pembersihan lingkungan dan pemukiman warga dan fasilitas umum, termasuk mengangkut sisa material lumpur dan sampah dari pembersihan.
“Gotong royong massal ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat Pidie dalam membangun kebersamaan dan solidaritas, serta mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak banjir. Dengan semangat gotong royong, kita dapat membangun Pidie yang lebih baik dan sejahtera,” demikian dikatakan Sekda, Drs. Samsul Azhar.(AA/hR)
Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






