Wakil Bupati Tapanuli Selatan H. Jafar Syahbuddin Ritonga bersama tokoh pembangunan Tapsel mendoakan Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kecerdasan dalam memimpin roda pemerintahan dalam pemulihan Tapsel pasca bencana saat menghadiri Pengajian Akbar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) yang dirangkai dengan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, bertempat di Lingkungan IV, Kelurahan Sitinjak, Kecamatan Angkola Barat. Foto : Rahmat Nduru/haba RAKYAT.
TAPANULI SELATAN – haba RAKYAT l Pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) pada 25 November 2025 lalu, Wakil Bupati Tapanuli Selatan H. Jafar Syahbuddin Ritonga bersama tokoh pembangunan Tapsel yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Tapanuli Selatan dua periode, H. Syahrul M. Pasaribu, mendoakan Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kecerdasan dalam memimpin roda pemerintahan dalam pemulihan Tapsel pascabencana.
Doa tersebut disampaikan dalam Pengajian Akbar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) yang dirangkai dengan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, bertempat di Lingkungan IV, Kelurahan Sitinjak, Kecamatan Angkola Barat, Rabu (14/1/2026).
Dalam sambutannya, H. Syahrul M. Pasaribu menyampaikan bahwa BKMT yang dibentuk tahun 2011 dimasa kepemimpinan beliau, telah berkembang dengan baik di Kabupaten Tapsel. Saat pertama dibentuk, BKMT hanya mencakup 14 kecamatan yang saat ini sudah bertambah menjadi 15 Kecamatan di Tapsel yang kini telah menjadi wadah pengajian sekaligus silaturahmi antara masyarakat dan pemerintah.
Syahrul menjelaskan “Pengajian ini memiliki dua fungsi utama, pertama meningkatkan keimanan dan ketakwaan melalui majelis taklim, dan kedua menjadi sarana silaturahmi agar masyarakat dan pemerintah saling memahami,” ujar Syahrul.
Ia juga menyinggung dampak besar bencana yang melanda sejumlah wilayah di Tapsel, tidak terkecuali di Kecamatan Angkola Barat sendiri, dan yang paling berat berada di Kecamatan Batang Toru yang terdiri dari beberapa desa seperti Hutagodang, Garoga, Aek Ngadol, dan Tamansari, di mana ratusan rumah warga rusak bahkan hanyut.
Lebih lanjut Syahrul menjelaskan, untuk memulihkan kondisi seperti semula, saya perkirakan dibutuhkan waktu dua hingga tiga tahun dengan anggaran triliunan rupiah. Tanggung jawab bupati dan wakil bupati sangat berat, sehingga kita semua wajib mendoakan agar diberikan kesehatan, kekuatan, dan pikiran yang jernih dalam upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Tapanuli Selatan,” katanya.
RN/hR
Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






