https://amazing-population.com/bm3yV.0/Pp3_pdvkbTmqV/JfZ/DL0L2rOeDOEJ3ENMzvAaxSL/T/Y/4sMkTrcb3/MIDeUn
DAERAH  

Pelatihan Keterampilan Bagi Penyandang Disabilitas Pidie Ditutup: Dinsos Aceh Bekali Peserta Peralatan dan Bahan Pembuatan Kue

Sigli,haba RAKYAT I Sejumlah 16 penyandang disabilitas di Kabupaten Pidie, mendapatkan bantuan peralatan dan bahan untuk membuat kue dari Dinsos Aceh pada penutupan pelatihan membuat kue, Rabu (29/10/2925).

Pelatihan ini berlangsung sejak 20 hingga 29 Oktober 2025, di Aula Dinsos Pidie, yang sebelumnya dibuka oleh Plt. Kadinsos Pidie, Muhammad Husin Yahya, S.Ag , dan ditutup oleh Plt. Kadinsos Aceh, Zulkarnain, S.K.M., M.Kes.

Penyerahan bantuan ini oleh Plt. Kadinsos, Zulkarnain, didampingi Plt. Kadinsos Pidie, Muhammad Husin Yahya, Pekerja Sosial Ahli Muda Dinsos Aceh, Muhammad Nasir, S.T., M.M., dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVT) Banda Aceh, Kemenaker RI, Instruktur, Pendamping, serta TKSK.

Adapun bantuan, berupa kompor gas lengkap, Mixer, blender, timbangan, oven, cetakan bolu, dandang, kuali, ampia, baskom, gula pasir, tepung terigu, mentega, serta minyak goreng.

Pada penutupan tersebut, Plt. Kadinsos Aceh mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya nyata Pemerintah Aceh melalui Dinsos untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan penyandang disabilitas.

“Kami menyakini bahwa setiap individu memiliki potensi dan kemampuan, yang jika diberi kesempatan dan dukungan yang tepat, akan mampu berkontribusi bagi dirinya, keluarga, dan masyarakat,” ujar Zulkarnain.

Katanya lagi, pelatihan membuat kue kepada para penyandang disabilitas yang berlangsung sejak 20 hingga 29 Oktober 2025 bukanlah sekedar kegiatan formalitas.

“Ini adalah merupakan komitmen Pemerintah Aceh untuk mewujudkan inklusi sosial, dimana penyandang disabilitas tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga menjadi pelaku aktif pembangunan ekonomi”, ungkap Plt. Kadinsos Aceh, Zulkarnain.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan dari BVPT Banda Aceh, menyampaikan, bahwa kegiatan ini sesuai arahan Menaker RI, dimana sebelumnya kaum disabilitas jarang tersentuh dengan berbagai pelatihan.

“Tahun ini, sesuai arahan Menaker, kita menfokuskan pada kaum disabilitas, sehingga mereka mendapatkan keterampilan untuk bekerja dan bisa meningkatkan taraf hidupnya. Dan tahun depan, bila memungkinkan, program pelatihan lainnya juga menyasar penyandang disabilitas,” jelasnya.

Salah seorang peserta merasa bersyukur atas kesempatan pelatihan pembuatan kue yang dilaksanakan oleh Dinsos, dari 29 hingga 29 Oktober 2025.

“Terimakasih bapak Kadis, kami sangat gembira mendapat kesempatan mengikuti pelatihan ini, sehingga kami telah memperoleh keterampilan sebagai bekal untuk berusaha, dan hidup mandiri,” ucap salah seorang peserta yang diamini oleh rekan- rekan lainnya.

Sementara itu disela kegiatan, Plt. Kadinkes Pidie, Muhammad Husin Yahya, berharap dengan pelatihan ini para penyandang disabilitas dapat mandiri, bisa menghasilkan produk kue bermutu, kue-kue yang bisa dijual di tempat-tempat berkelas, dan bersaing dengan kue yang selama ini kita jumpai di supermarket, dan tentunya sesuai kebutuhan konsumen.

Muhammad Husin juga menyemangati para disabilitas, “Manfaatkan kesempatan emas ini. Keterbatasan bukanlah penghalang untuk maju, tetapi dengan semangat, keyakinan, dan kerja keras, akan bisa membawa kesuksesan dan kesejahteraaan,” demikian penuturan Plt. Kadinsos Pidie.
(AA/hR)


Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca