Dirut RSUD HAMS Kisaran, dr. Kurniady saat mengunjungi farmasi IGD, dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan serta memastikan ketersediaan obat-obatan secara cepat dan tepat bagi pasien gawat darurat. Kiki Sitefu/haba RAKYAT.
ASAHAN – haba RAKYAT l Pemkab Asahan terus memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Asahan melalui berbagai sektor. Salah satunya adalah RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) HAMS (H. Abdul Manan Simatupang) Kisaran.
Rumah Sakit yang menjadi rujukan masyarakat Kabupaten Asahan itu telah memperkuat layanan kefarmasian IGD (Instalasi Gawat Darurat) yang buka selama 24 jam.
Hal itu merupakan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan serta memastikan ketersediaan obat-obatan secara cepat dan tepat bagi pasien gawat darurat.
Mulai 1 Desember 2025, RSUD Haji Abdul Manan Simatupang telah menerapkan operasional Depo Farmasi IGD selama 24 jam penuh.
Kebijakan ini didasarkan pada tingginya kebutuhan akses obat pada kondisi emergensi. Di mana proses pengobatan tidak dapat menunggu jadwal pelayanan farmasi reguler.
Dirut RSUD HAMS Kisaran, dr. Kurniady Sebayang memaparkan, dengan beroperasinya farmasi IGD secara kontinyu, otomatis dapat memberikan pelayanan yang lebih maksimal.
“Apapun itu akan kita upayakan agar pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdul Manan Simatupang dapat beroperasi dengan maksimal sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Asahan,” ujar dr. Kurniady.
Dirinya menjelaskan, adapun dampak dari penguatan farmasi IGD ini adalah:
- Mempercepat proses pemberian obat pada kasus gawat darurat tanpa hambatan waktu.
- Mengurangi antrean dan beban pada depo farmasi utama karena distribusi layanan lebih terdesentralisasi.
3.Menjamin kesinambungan pelayanan pasien, baik pada periode siang maupun malam. - Mendukung penanganan pasien rawat inap maupun pasien IGD yang membutuhkan obat segera dalam rangka stabilisasi kondisi klinis.
- Meningkatkan koordinasi pelayanan dengan dokter jaga, perawat, serta unit emergensi lainnya melalui akses obat yang langsung tersedia.

Dengan adanya percepatan pemberian obat kepada pasien gawat darurat tanpa hambatan waktu, tentunya upaya penyelamatan terhadap pasien dapat berjalan cepat dan tidak buang waktu.
Selain itu juga, program ini tentunya dapat mengurangi beban pada depo farmasi utama. Karena, distribusi layanan lebih terdesentralisasi. Hal ini tentunya juga dapat membantu meringankan beban masyarakat.
Baik siang maupun malam, jaminan kesinambungan terhadap pasien juga dapat berjalan dengan baik, pada periode siang maupun malam.
Kemudian, dapat mendukung penanganan pasien rawat inap maupun pasien IGD yang membutuhkan obat segera dalam rangka stabilisasi kondisi klinis. Hal ini tentunya sangat efektif bagi keselamatan dan kesehatan masyarakat.
Terakhir, melalui akses obat yang langsung tersedia, tentunya dapat meningkatkan kordinasi pelayanan dengan dokter jaga, perawat dan unit emergency lainnya.
Operasional 24 jam ini sekaligus menjadi bagian dari strategi transformasi digital pelayanan obat, di mana pencatatan, permintaan, serta distribusi obat di IGD terintegrasi dalam sistem informasi rumah manajemen sakit (SIMRS), sehingga stok dan pergerakan obat dapat dimonitor secara real-time.
Ini merupakan sebagai salah satu langkah progresif dalam meningkatkan responsivitas pelayanan serta mendukung percepatan alur terapi pasien.
Atas kehadiran depo farmasi IGD 24 jam dapat memperkuat keseluruhan rantai layanan emergensi dan memberi dampak nyata terhadap peningkatan keselamatan pasien (patient safety) serta kenyamanan publik.
Dalam hal ini, Dirut RSUD HAMS Kisaran pun memohon dukungan dari masyarakat, agar pelayanan dan kualitas RSUD semakin meningkat dengan maksimal.
Dirinya sangat komitmen, di bawah kepemimpinan Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin dan Wakil Bupati Asahan, Rianto, dapat memajukan RSUD HAMS Kisaran dengan baik, sehingga masyarakat pun dapat manfaatnya dengan baik juga.
KS/hR
Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






