https://amazing-population.com/bm3yV.0/Pp3_pdvkbTmqV/JfZ/DL0L2rOeDOEJ3ENMzvAaxSL/T/Y/4sMkTrcb3/MIDeUn
DAERAH  

Pemkab Pidie Lakukan Pengawasan Penyaluran LPG 3 Kg di Tengah Bencana Banjir

Sigli,haba RAKYAT I Pemerintah Kabupaten Pidie melakukan pengawasan penyaluran LPG 3 Kg di tengah bencana banjir yang melanda wilayah tersebut. Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan penyaluran LPG subsidi 3 Kg sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, termasuk Kabupaten Pidie, berdampak pada terhambatnya pasokan barang kebutuhan pokok.

Kerusakan infrastruktur dan terputusnya akses jalan menyebabkan aktivitas penyaluran logistik terganggu, sehingga memicu kelangkaan bahan pokok, termasuk gas LPG 3 Kg.

Kondisi tersebut menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat karena keterbatasan gas untuk kebutuhan memasak rumah tangga.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Tim Pengawasan LPG 3 Kg Kabupaten Pidie melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap penyaluran LPG 3 Kg kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Pidie, Rabu (17/12/2025).

Pengawasan ini juga merespons pemberitaan terkait penyaluran LPG 3 Kg oleh salah satu agen, PT Kuala Tari Indah, yang berlokasi di Kecamatan Kota Sigli.

Perwakilan PT. Kuala Tari Indah, Musliadi, menjelaskan bahwa penyaluran LPG tersebut dilakukan pada malam hari karena panjangnya antrean masyarakat yang telah menunggu sejak siang hari.

Menurutnya, masyarakat menghadang dan meminta agar gas segera disalurkan. “Untuk mencegah terjadinya kericuhan, Kami para agen terlebih dahulu meminta izin kepada pihak Pertamina agar LPG 3 kg dapat langsung disalurkan kepada masyarakat yang telah mengantre”.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disperdagkop UKM) Kabupaten Pidie, Cut Afrianidar, S.H., M.Si., saat melakukan pengawasan dan pembinaan, mengimbau kepada seluruh agen penyalur, agar menyalurkan LPG subsidi 3 Kg sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Penyaluran LPG bersubsidi 3 Kg, merupakan kewenangan pangkalan yang telah ditunjuk secara resmi,” ungkap Cut Afrianidar.

Sementara itu, Plt. Asisten II Setdakab Pidie, Apriadi Ahmad, S.Sos., berharap agar para agen tidak melakukan praktik yang merugikan masyarakat, seperti menaikkan harga atau menahan distribusi.

“Jangan akal- akalan membuat strategi busuk utk mencari keuntungan ilegal, kami akan terus pantau melalui kawan-kawan Media dan Aparatur Gampong di saat penurunan LPG di Agen Penyalur,” ujar Apriadi.

Ia menegaskan, bahwa apabila pasokan LPG telah masuk, agar segera diantar dan didistribusikan langsung ke pangkalan-pangkalan yang ditunjuk.

Dengan distribusi yang tepat sasaran ke pangkalan masing- masing, diharapkan antrean dapat lebih tertib dan masyarakat dapat membeli LPG 3 Kg sesuai wilayah kerja pangkalan tempat tinggal masing-masing.

“Pemkab Pidie akan terus melakukan pengawasan untuk memastikan penyaluran LPG 3 Kg berjalan sesuai ketentuan, dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, khususnya di masa bencana,” demikian Plt. Asisten II Setdakab Pidie, Apriadi Ahmad, dalam keterangannya.(AA/hR)


Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca