
Sigli,haba RAKYAT I Pemerintah Kabupaten Pidie terus memperkuat koordinasi dan monitoring percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana hidrometeorologi. Hal tersebut dibahas dalam Rapat Monitoring dan Evaluasi Satgas PRR Kabupaten Pidie yang berlangsung di Ruang Rapat Sekda Pidie, Kamis (03/09/2026).
Rapat dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setdakab Pidie, Apriadi Ahmad, S.Sos., dan dihadiri Perwakilan Tim Satgas PRR Kementerian Dalam Negeri RI untuk Wilayah Penanganan Pascabencana di Aceh, Dr. Drs. Imran, M.Si., M.A.Cd., serta para kepala SKPK terkait di lingkungan Pemkab Pidie.
Dalam rapat tersebut dibahas perkembangan penanganan infrastruktur, pertanian, perumahan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.

Asisten II Apriadi Ahmad menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang intensif antar instansi. โAgar program yang telah direncanakan dapat segera direalisasikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terdampak”.
Sinkronisasi dengan Pusat
Perwakilan Satgas PRR Kemendagri, Dr. Imran, menyampaikan bahwa sinkronisasi dengan kementerian/lembaga terus dilakukan. Pada 22 Juli 2026 telah dilaksanakan sinkronisasi Rencana Detail Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RDRP).
โSaat ini sudah ada tujuh kementerian/lembaga yang memegang DIPA untuk mendukung program PRR tahun 2026 di Kabupaten Pidie,โ jelas Dr. Imran.
Progres Penanganan Sungai
Pemkab Pidie mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui balai dalam penanganan titik terdampak banjir. Khususnya di Krueng Baro dan Krueng Tiro.
Dalam paparannya, Apriadi juga menyampaikan bahwa dari 21 titik di Krueng Baro, sebanyak 9 titik telah tertangani. Sementara dari 12 titik di Krueng Tiro, 9 titik juga telah selesai ditangani.
โPemkab berharap penanganan terus dilanjutkan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir guna mengurangi dampak banjir tahunan yang kerap terjadi,โ kata Apriadi.
Sektor Pertanian
Untuk sektor pertanian, kerusakan ringan dan sedang ditargetkan selesai penanganannya pada tahun 2026. Termasuk dukungan benih padi bagi petani terdampak.

Jika lahan belum memungkinkan untuk ditanami padi, jelas Apriadi, maka dapat dipertimbangkan tanaman alternatif seperti jagung dan kacang-kacangan agar produktivitas tetap terjaga.
Di akhir rapat, Pemkab Pidie berkomitmen mempercepat seluruh program PRR secara cepat, tepat sasaran dan maksimal.
โIni demi mempercepat pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak bencana di Kabupaten Pidie,โ demikian kata Asisten II Setdakab Pidie, Apriadi. (AA/hR)
Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.











