DAERAH  

Pemkab Tapsel Terapkan Cash Management System Non Tunai untuk Pengelolaan Keuangan Desa

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menggelar Sosialisasi Keuangan Penerapan Cash Management System (CMS) Transaksi Non Tunai bagi pengelola keuangan desa. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Sarasi Lantai Tiga Kompleks Perkantoran Bupati Tapanuli Selatan. Foto : Rahmat Nduru/haba RAKYAT.

TAPANULI SELATAN – haba RAKYAT l Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menggelar Sosialisasi Keuangan Penerapan Cash Management System (CMS) Transaksi Non Tunai bagi pengelola keuangan desa. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Sarasi Lantai Tiga Kompleks Perkantoran Bupati Tapanuli Selatan, Kamis (22/01/2026), dan diikuti oleh seluruh pengelola keuangan desa se-Kabupaten Tapanuli Selatan.

Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, dalam bimbingan dan arahannya menegaskan bahwa penerapan sistem digital dalam pengelolaan keuangan merupakan sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Ia menyampaikan bahwa kesepakatan penerapan sistem ini sebenarnya telah direncanakan sejak tahun lalu, sejalan dengan pengalamannya saat bertugas di DPR RI yang mendorong percepatan digitalisasi, termasuk di sektor keuangan.

“Digitalisasi ini arahnya cepat dan real-time. Sangat penting untuk membantu kecepatan serta keakuratan dalam pengelolaan keuangan. Kalau pengelolaan keuangan sudah transparan, maka tidak perlu ditakuti, karena tidak ada lagi ruang untuk main-main,” tegas Bupati.

Bupati menambahkan, penerapan CMS non tunai diharapkan dapat mendorong pengelolaan keuangan desa yang lebih aman, transparan, dan akuntabel. Sistem ini juga diyakini mampu mengurangi potensi kesalahan maupun celah penyimpangan, sekaligus menghemat waktu aparatur desa yang selama ini banyak tersita dalam penyusunan laporan keuangan secara manual.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder kecamatan yang telah membantu masyarakat, khususnya pascabencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Tapanuli Selatan. Ia mengungkapkan bahwa dampak bencana cukup besar, mulai dari gagal panen hingga kerugian ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong upaya pemulihan, termasuk optimalisasi lahan pertanian dan rencana pencetakan sawah baru.

Selanjutnya saya berharap dana desa itu benar-benar berputar di desa. Semua potensi yang ada harus kita maksimalkan agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga,” ujarnya.

RN/hR


Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca