DAERAH  

Pendangkalan Muara Sungai Krueng Baro dan Tukah Kota Sigli Hambat Aliran Banjir, BWS I Sumatera Diminta Turun Tangan

Sigli,haba RAKYAT I Banjir yang melanda Aceh, termasuk Kabupaten Pidie, akibat curah hujan dengan intensitas tinggi pada 26 November 2025 hingga beberapa hari lalu, telah membawa dampak besar di segala sektor.

Sungai-sungai yang tersumbat, baik oleh material kayu, sampah, dan buangan lainnya, adalah salah satu penyebab meluapnya sungai, sehingga menerjang pemukiman, lahan pertanian, jalan, jembatan, dan apa saja yang dilaluinya, yang telah membawa petaka bagi kita semua.

Memasuki masa perpanjangan tanggap darurat atau tahap II, pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, bersama TNI, Polri, ASN, dan seluruh komponen masyarakat berupaya keras memulihkan kondisi tersebut.

Namun demikian, terlepas dari bencana yang tengah melanda, khususnya kawasan Kota Sigli, seperti halnya kawasan-kawasan pesisir lainnya, tidak biasanya terendam akibat banjir hujan. Rendaman kawasan seperti Kota Sigli lebih disebabkan oleh pasang laut atau pasang purnama.

Tetapi, banjir kali ini telah merendam sejumlah pemukiman di Kota Sigli dan seputaran. Diyakini penyebab tidak lancarnya aliran kedua sungai, yaitu Krueng Baro dan Krueng Tukah yang membelah Kota Sigli ini, akibat terjadinya pendangkalan di muara antara kedua sungai tersebut (Konfluensi).

Pantauan awak media ini, muara pertemuan antara dua sungai tersebut terlihat sangat dangkal, dan mulai membentuk delta.

Selain itu, di tepian kedua sisi sungai juga dipenuhi semak-semak dan telah membentuk pantai yang menjorok ke dalam sungai, sehingga kondisi menyempit ini membuat aliran banjir tidak lancar.

Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BDBD), Muhammad Rabiul, S.T., M.T., kepada awak media ini, Sabtu (13/12/2025) malam, mengatakan, untuk memperlancar aliran kedua sungai tersebut, sehingga tidak menggenangi wilayah Kota Sigli dan seputaran. Perlu dilakukan normalisasi sungai.

“Muara pertemuan kedua sungai ini perlu diperdalam dan dibersihkan. Sepanjang DAS Krueng Baro dari Kota Sigli sampai Gampong Kp. Baro, Kecamatan Pidie, harus dibersihkan dari sendimen,” jelas Kalak BPBD.

Demikian halnya dengan sungai Krueng Tukah, dari arah muara hingga ke Cot Teungoh fan kawasan Teubeng, Kecamatan Pidie, perlu diperdalam karena mulai dangkal, sehingga aliran sungai sewaktu banjir bisa kembali lancar, imbuh Muhammad Rabiul.

“Sesuai arahan pimpinan, dalam laporan bencana banjir, nantinya kita juga memasukkan permasalahan kedua sungai tersebut. Sedangkan untuk penanganannya, kedua sungai ini merupakan kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS) I Sumatera,” kata Kalak BPBD Pidie, Muhammad Rabiul.

Warga Kota Sigli mengeluhkan kondisi yang mereka alami ketika musim penghujan. Rumah- rumah mereka ikut tergenang, termasuk pada saat banjir beberapa hari yang lalu.

“Kalaupun tergenang, itu pada pasang purnama, tidak pada musim penghujan. Tetapi sekarang ini setiap datang hujan, rumah kami ikut tergenang, termasuk sewaktu banjir kemarin. Kami berharap pemerintah untuk menormalisasi kedua sungai tersebut,” demikian kekhawatiran Bustami dan Nurdin, warga Gampong Pante Teungoh, yang senasib dengan warga Kota Sigli lainnya dan seputaran.(AA/hR)


Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca