DAERAH  

Pengungkapan TP Berbagai Kasus di Pidie Dipaparkan Kapolres

banner 120x600

Sigli,haba RAKYAT |
Kapolres Pidie, AKBP Imam Asfali, S.I.K., dalam konferensi pers dengan sejumlah awak media, Kamis (14/09/2023), memaparkan pengungkapan berbagai kasus Tindak Pidana (TP) di Pidie yang terjadi sejak Mei hingga September 2023.

Pada konferensi pers yang berlangsung di Saung Satreskrim Polres Pidie tersebut, Kapolres turut didampingi oleh Kasat Reskrim, Iptu Rangga Setyadi, S.Tr.K., M.H., Kasi Humas, AKP Anwar, S.Ag., Kanit Pidum, Ipda Ari Kurniawan, S.H., M.H., Kanit PPA, Aipda Bukhari, serta Pejabat Polres dan Personel terkait.

Juga ditempat tersebut dihadirkan para tersangka beserta sejumlah Barang Bukti (BB) terkait TP yang mereka lakukan.

Disampaikan Kapolres, ada 6 TP sejak Mei hingga September 2023, yaitu pada 18 Mei 2023 TP penganiayaan (pembacokan) terhadap Mawardi bim Rusli (40) oleh tersangka RK (40) di Kecamatan Mila, Pidie. Tersangka berhasil ditangkap pada 11 September 2023 di Kabupaten Bireuen.

Kemudian, pengungkapan pencurian ternak dan sepmor di Kecamatan Padang Tiji, dengan korban Masri bin Saidin (56), dan Bahraini binti Husen (41).

Kejadian di Gampong Pulo Hagu Tanjong pada 25 Agustus 2023 ini digagalkan oleh warga. Kedua pelaku diamankan warga dan diserahkan ke Polsek Padang Tiji beserta BB 1 ekor lembu dan 1 unit sepmor.

Satreskrim Polres Pidie pada 27 Agustus 2023 juga berhasil meringkus satu dari empat kawanan pencuri ternak lembu dan kambing milik warga Batee. IJ berhasil diamankan di Kecamatan Mutiara, Pidie, sementara tiga orang lagi masuk DPO.

Pelaku beserta BB berupa lembu, kambing dan sepmor dari kejadian pada 22 Agustus 2023 lalu sudah dibawa ke Polres Pidie.

Untuk TP pencurian besi di halaman Scoot Camp Simpang Beutong, Laweung, pada 12 September 2023, milik Anwar bin Yasin (60), warga Pidie, dengan tersangka MM (37) warga Aceh Besar.

Pelaku berhasil diamankan pada hari itu juga beserta BB berupa 1 unit mobil Pickup, 4 batang besi ukuran panjang 3 meter, 5 rangka besi siku dan kunci ring pas.

Kasus lainnya, pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur, di Kecamatan Tangse. Ada dua kasus di Tangse, pertama dengan korban Bunga (6), sedangkan pelaku MYM (41) warga Gampong Keude Tangse.

Kejadian pada 18 Juli 2023 di kediaman pelaku, dan pelaku berhasil diamankan oleh Satreskrim Polres Pidie pada 12 September 2023 di Muara Dua, Lhokseumawe. Alat bukti berupa Visum dokter.

Juga kasus TP pelecehan seksual terhadap anak di Tangse yang menimpa Melati (13) sejak awal Juli 2023 hingga 28 Agustus 2023.

Tersangka MY (31) warga Blang Teungoh, Tangse, berhasil diamankan oleh Satreskrim Polres Pidie, pada 4 September 2024 di Simpang Blang Pandak, Gampong Dhot Tangse, setelah mendapat laporan orang tua korban. Alat bukti berupa Visum dokter.

Semua perkara sudah melalui penyelidikan dan penyidikan, untuk seterusnya disampaikan ke Kejaksaan, sesuai KUHP.

Pada kesempatan itu, Kapolres mengimbau serta mengajak warga untuk sama-sama menangkal dan memberantas kejahatan, dengan berbagai upaya, termasuk melapor langsung ke pihak kepolisian terdekat, ataupun memberikan informasi lewat media informasi Polres.

Namun juga Kapolres berharap kita semua untuk berperilaku positif, menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan masing-masing, guna mencegah TP.

Ia pun tidak bosannya di setiap kesempatan, mendengarkan keluhan dengan bersama-sama mencari solusi guna mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat, seperti halnya disetiap kegiatan Jum’at Curhat.(AA/hR)

banner 325x300