
Sigli,haba RAKYAT I Demi mempercepat pemulihan mobilitas dan aktivitas masyarakat pasca banjir dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya, (Pijay), Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) TNI dari Kodim 0102/Pidie, Yonif TP 857/Gana Gajahsora dan Tim Vertikal Rescue Indonesia (VRI) Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI terus mengebut pengerjaan Jembatan Gantung Garuda siang dan malam.
Adapun jembatan gantung tersebut menghubungkan Desa Blang Awe, Kota Meureudu, dengan Desa Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Pijay.

Satgas Gulbencal TNI bersama dengan Tim VRI Kemhan RI, terus menunjukkan semangat pengabdian tanpa mengenal lelah demi memastikan akses vital masyarakat segera kembali normal. Jembatan gantung ini merupakan bantuan dari Presiden melalui Kemhan RI.
Pembangunan jembatan dikebut siang dan malam karena keberadaannya sangat dibutuhkan warga sebagai sarana utama untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial. Pasca bencana, jembatan tersebut menjadi salah satu infrastruktur krusial yang harus segera dipulihkan.
Komandan Kodim (Dandim) 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., yang dikonfirmasi awak media ini, Rabu (07/01/2026), menegaskan bahwa percepatan pembangunan jembatan menjadi prioritas utama Satgas Gulbencal TNI dan VRI . Seluruh personel dikerahkan secara maksimal agar jembatan segera rampung dan dapat digunakan kembali oleh masyarakat.
“Pekerjaan ini kami kebut agar jembatan cepat selesai. Ini merupakan akses vital bagi masyarakat Desa Blang Awe dan Seunong. Karena itu, prajurit TNI bersama Tim VRI bekerja keras siang dan malam demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengharapkan dukungan dan kesabaran masyarakat selama proses pembangunan berlangsung. “Kami mohon doa dan dukungan dari semua elemen masyarakat. Semakin cepat pengerjaan selesai, semakin cepat pula jembatan ini bisa dimanfaatkan kembali untuk aktivitas sehari- hari,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dandim menjelaskan pentingnya jembatan tersebut bagi warga kedua desa. Menurutnya, tanpa jembatan ini masyarakat Desa Blang Awe harus memutar sejauh kurang lebih 8 km untuk menuju Desa Seunong.
“Karena itu, jembatan ini sangat dinantikan dan menjadi kebutuhan mendesak masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, apresiasi dan ucapan terima kasih disampaikan oleh Anisa, dan Safrina, dua warga Desa Blang Awe kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Mereka mengatakan bahwa jembatan gantung tersebut sangat membantu masyarakat, terutama untuk akses anak-anak sekolah, mengangkut hasil panen, serta menunjang aktivitas sehari-hari warga Desa Blang Awe maupun Desa Seunong.

“Terimakasih Pak Presiden. Jembatan ini sangat penting bagi kami untuk mengantar anak ke sekolah, membawa hasil panen, dan menunjang aktivitas masyarakat. Semoga jembatan ini segera selesai, agar aktivitas masyarakat kembali lancar,” ungkap kedua ibu tersebut.
Dengan semangat kebersamaan, kerja keras tanpa mengenal waktu, serta sinergi antara TNI dan Tim Vertical Rescue Indonesia, pembangunan Jembatan Gantung Garuda diharapkan segera rampung dan kembali menghidupkan denyut aktivitas masyarakat Kabupaten Pijay.(AA/hR)
Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






