banner 325x300

banner 728x90

DAERAH  

Pj. Walikota Langsa Syaridin : Stunting Masih Menjadi Masalah Prioritas Nasional

banner 120x600

Penjabat (Pj). Walikota Langsa Syaridin. S.Pd., M.Pd pada saat pembukaan Diseminasi Audit Kasus Stanting (AKS) I Kota Langsa, di Aula Cakra Donya, Rabu (13/08/23).

LANGSA – haba RAKYAT | Penjabat (Pj). Walikota Langsa Syaridin. S.Pd., M.Pd mengatakan bahwa stunting masih menjadi masalah prioritas nasional, prevalensi balita stunting Kota Langsa berdasarkan SSGI tahun 2022 adalah sebesar 22.1%.

“Angka ini sudah turun dari tahun sebelumnya dimana prevalensi stunting Kota Langsa tahun 2021 sebesar 25,5%,” ujar Pj Walikota Langsa pada saat pembukaan Diseminasi Audit Kasus Stanting (AKS) I Kota Langsa, di Aula Cakra Donya, Rabu (13/08/23).

Dikatakannya, pencapaian penurunan prevalensi stunting Kota Langsa ini menjadi terbaik kedua se-Provinsi Aceh. Untuk Provinsi Aceh sendiri angka prevalensi stunting pada tahun 2022 masih sebesar. 31,2%, dan nasional sebesar 21,6%.

Selama empat tahun terakhir, upaya percepatan penurunan stunting telah diarahkan untuk mencapai target prevalensi 14% pada tahun 2024. Lebih dari itu, upaya ini bukan semata tentang penurunan angka prevalensi, melainkan juga tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Upaya kita saat ini akan menentukan mutu generasi penerus bangsa, yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan dan pembangunan Indonesia di masa depan. Oleh karena itu percepatan penurunan stunting harus dilaksanakan secara holistik, integratif dan berkualitas melalui koordinasi sinergi dan sikronisasi dengan kementerian / lembaga, Pemerintah Provinsi Aceh, maupun Pemerintah Kota Langsa,” katanya.

Dia menambahkan Pemerintah Kota Langsa telah melaksanakan audit kasus stunting dengan melibatkan tim teknis dan tim pakar. Tim pakar audit kasus stunting Kota Langsa yang terdiri dari dokter spesialis anak, ahli gizi, dan dokter kandungan. Berdasarkan hasil audit kasus stunting di Kota Langsa tercatat beberapa hal yang menjadi penyebab masih tingginya stunting di Kota Langsa.

Beberapa hal seperti balita dan baduta tumbuh didalam keluarga perokok aktif, sanitasi yang tidak layak, lingkungan rumah yang kumuh, serta pola makan yang belum dapat dikategorikan sebagai makanan sehat dan bergizi seimbang.

“Pada kegiatan diseminasi kali ini di harapkan seluruh faktor penyebab stunting dapat diidentifikasi dan menghasilakan rekomendasi-rekomendasi yang akan di jalankan oleh pihak pihak terkait. Pemerintah Kota Langsa berkomitmen untuk terus melakukan upaya percepatan penurunan stunting dengan bekerjasama seluruh pihak, menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik, mencari solusi terbaik apabila terdapat kendala, khususnya dalam melaksanakan rekomendasi hasil audit kasus stunting,” kata Syaridin”

Kepala Dinas DP3A2KB Kota Langsa, Amrawati menambahkan berdasarkan peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting Telah Ditetapkan 5 (lima) Strategi Nasional Dalam Percepatan Penurunan Stunting.

Kelima strategi dimaksud adalah, katanya, peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan di Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, dan Pemerintah Desa.

Peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat dan peningkatan konvergensi intervensi spesifik dan intervensi sensitif di Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, dan Pemerintah Desa.

“Peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga, dan masyarakat serta penguatan dan pengembangan sistem, data informasi, riset dan inovasi,” sebut Amrawati.

Sementara itu Kepala perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim menambahkan bahwa gambaran stunting di Aceh tidak lepas dari visinya Indonesia generasi emas dengan berdaulat adil dan makmur dengan target bagaimana untuk menghilangkan kelaparan sesuai dengan program yang ingin dicapai.

“Kita akan menuju bonus demografi 2045 tidak lepas bagaimana generasi-generasi unggul yang sekarang capaian target menjadi prioritas. Kunci Indonesia emas presiden memberi tanggung jawab kita semua keluarga muda yg berkualitas membangun keluarga merupakan pondasi kemajuan bangsa,” katanya.

“Kegiatan pembukaan Diseminasi Audit Kasus Stanting dihadiri unsur Forkompinda, Sekretaris Daerah Kota Langsa, Asisten I Bidang Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesra Setda Kota Langsa, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Langsa, Ketua dan Anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Langsa, Para Kepala OPD Di Lingkungan Pemerintah Kota Langsa, Para Kepala Puskesmas Dalam Wilayah Pemerintah Kota Langsa, Ketua IBI Ranting Kota Langsa, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, Ketua Tim Penggerak PKK Gampong, Satgas Stunting Kota Langsa, Para Geuchik Dalam Wilayah Kota Langsa serta seluruh tamu undangan”.

(DD/EKO)

banner 325x300