https://amazing-population.com/bm3yV.0/Pp3_pdvkbTmqV/JfZ/DL0L2rOeDOEJ3ENMzvAaxSL/T/Y/4sMkTrcb3/MIDeUn

Potensi 22 Ribu Ha Kelapa Dalam di Lamsel Belum Maksimal, OJK-BSI Dorong Hilirisasi dan Pembiayaan Syariah

Lampung Selatan, haba RAKYAT
Di tengah potensi besar Kelapa Dalam yang mencapai 22.093 hektare di Lampung Selatan, petani didorong untuk tidak lagi menjual hasil panen dalam bentuk kelapa butir mentah.

Dorongan itu disampaikan dalam kegiatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Bandar Lampung di Aula Negeri Baru Resort, Kalianda, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan yang dikemas dalam program Life with BSI tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari petani binaan, pelaku usaha, pedagang pengumpul, dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Lampung Selatan yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut, produksi Kelapa Dalam rata-rata tahun 2024 mencapai 20.485 ton dengan produktivitas 1.065 Kg/Ha. Angka ini menunjukkan peluang besar jika dikelola dengan hilirisasi.

“Selama ini petani masih jual kelapa butir. Padahal kalau dihilirisasi jadi VCO, kopra putih, santan, arang briket, dan sabut kelapa, nilai tambahnya bisa berlipat,” ujar salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.

Mewakili Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Sekretaris Daerah Supriyanto menegaskan tiga kunci penguatan.

“Ada tiga hal penting yang perlu diperkuat yakni akses pembiayaan resmi, kemitraan usaha kelapa dengan off-taker, dan literasi keuangan. Petani perlu akses pembiayaan terpercaya agar usahanya berkembang aman dan berkelanjutan,” kata Supriyanto.

Menurutnya, kerja sama petani, lembaga pembiayaan, dan perusahaan pengolah harus diperkuat agar hasil panen memiliki pasar yang jelas dan kesejahteraan petani meningkat.

Sementara itu, Manager BSI Area Bandar Lampung Lutfy Indaka menegaskan BSI siap menjadi motor penggerak.

“BSI berkomitmen penuh untuk hadir mendukung masyarakat, baik dari segi finansial maupun sosial. Kami berharap masyarakat dan pelaku usaha dapat memanfaatkan jasa layanan keuangan syariah yang baik dan mudah, sehingga membawa keberkahan serta peningkatan kesejahteraan bersama,” ujar Lutfy.

Melalui sinergi ini, petani kelapa di Lampung Selatan diharapkan menjadi petani cerdas finansial, bijak memilih pembiayaan, terhindar dari pinjol ilegal, dan mampu meningkatkan nilai jual kelapa melalui hilirisasi dari hulu hingga hilir. (WL)


Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca