
Sigli,haba RAKYAT I Ketua MAA Kabupaten Pidie, M. Diah Adam, S.H., hadiri Mubes MAA Provinsi Aceh 1447 H/2026 M, yang diselenggarakan dari 7 sampai 8 April 2026. Pembukaan kegiatan ini berlangsung di Meuligoe Wali Nanggroe, selanjutnya dilanjutkan di Hotel Ayani Banda Aceh.
Salah satu agenda penting dalam Mubes tersebut adalah pemilihan Ketua MAA dan Pembentukan Formatur untuk Penyusunan kepengurusan MAA 5 tahun kedepan. Dan dalam Mubes tersebut, Prof. Dr. Drs. Yusri Yusuf, M.Pd., secara aklamasi ditetapkan sebagai Ketua MAA Periode 2026-2031.

Dari 45 peserta Mubes, 42 yang hadir memberikan dukungan penuh dalam sidang yang berlangsung khidmat. Ketua MAA Pidie memberikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kembali kepada Prof. Yusri Yusuf, jelas M. Diah Adam, kepada awak media ini, Rabu (08/04/2026).
Proses pemilihan ini dilakukan melalui mekanisme musyawarah yang mengedepankan prinsip kebersamaan dan kearifan adat Aceh.
Para peserta musyawarah dari berbagai kabupaten/kota memiliki peran dalam menentukan figur kepemimpinan yang dianggap mampu membawa organisasi MAA ke arah yang lebih baik.
Pada kesempatan tersebut, M. Diah Adam menyatakan bahwa MAA Pidie komitmennya untuk terus mendukung penguatan lembaga adat di Aceh. Partisipasi dalam forum musyawarah besar ini juga menjadi sarana untuk menyampaikan aspirasi daerah serta memperkuat koordinasi antar lembaga adat di tingkat kabupaten/kota.
Melalui Mubes ini, diharapkan lahir berbagai keputusan strategis yang mampu memperkuat peran Majelis Adat Aceh dalam menjaga nilai-nilai adat, mempererat persatuan masyarakat, serta melestarikan warisan budaya Aceh bagi generasi mendatang.
Katanya lagi, Mubes ini juga menjadi momentum penting untuk menghadirkan kepemimpinan yang memiliki visi besar dalam melestarikan adat Aceh di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.
“Kami menitipkan harapan besar kepada kepemimpinan baru yang mampu membawa Majelis Adat Aceh semakin maju, berwibawa, serta mampu menjaga dan melestarikan adat Aceh sebagai warisan luhur yang terus hidup dalam kehidupan masyarakat yang selaras dengan syariat Islam,” harap M. Diah Adam.

Turut hadir di Mubes ini, Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar; Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., Staf Khusus Wali Nanggroe, Asisten I Sekda Aceh, Kapoksahli Kodam IM, dan Dirbinmas Polda Aceh.
Kemudian juga, Perwakilan Mahkamah Syar’iyah Aceh, Kasi II Asintel Kajati Aceh, Ketua Komisi VII DPR Aceh, Rektor ISBI Aceh, pimpinan Majelis Adat se-kabupaten/kota di Aceh, serta para tokoh agama dan unsur lembaga adat lainnya.(AA/hR)
Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






