DAERAH  

Satu Tersangka Meninggal Dunia Kepolisian Nagan Raya Ringkus Satu Keluarga Pengedar Sabu

banner 120x600

Kasat Narkoba Polres Nagan Raya, Ipda Vitra Ramadani, SH, M.Si.

NAGAN RAYA – haba RAKYAT | Sat Resnarkoba Polres Nagan Raya Melakukan Pengerebekan di rumah bandar Narkotika jenis sabu yang berada di Desa Meunasah Teungoh Kecamatan Beutong. Para Pelaku itu bukan saja hanya satu orang yang di incar oleh Pihak Kepolisian Nagan Raya, akan tetapi Satu keluarga sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus tersebut, Minggu 17/9/23.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Rudi Saiful Hadi S.I.K melalui Kasat Narkoba, Ipda Vitra Ramadani, SH, M.Si, mengatakan adanya penggebrekan rumah bandar narkoba hasil dari pengembangan kasus penyalahgunaan Narkotika jenis sabu dengan tersangka berinisial SA (37) yang di tangkap pada Kamis malam sekira pukul 19.00 wib di Desa Babah Krueng Kecamatan Beutong.

“Setelah melakukan pengembangan terhadap SA mengakui Narkotika jenis sabu yang didapatkan dari BS atau nama kerennya Si Hop yang berada di Desa Meunasah Teungoh Kecamatan Beutong,” Kata Fitra.

Dikatakannya, Si Hop merupakan buronan polisi dan sudah terdaftar pada Daftar Pencarian Orang (DPO) Nomor : DPO/41/VII/RES.4.2./2023, tanggal 28 Agustus 2023 beserta 2 (dua) orang anak kandungnya antara lain Isan Kuris, Nomor Laporan Polisi:LP/A/18/V/2023/SPKT.SAT RESNARKOBA/POLRES NAGAN RAYA/POLDA ACEH Tanggal 22 Mei 2023 dengan Daftar Pencarian Orang (DPO) Nomor : DPO/21/V/RES.4.2./2023.

Selanjutnya, Mustajab Nomor Laporan Polisi:LP/A/23/VI/2023/SPKT. SATRESNARKOBA/POLRES NAGAN RAYA/POLDA ACEH Tanggal 16 Juni 2023 Dengan Daftar Pencarian Orang Nomor : DPO/33/VI/RES.4.2./2023. Dengan kasus tindak Pidana Narkotika jenis sabu di wilayah hukum Kabupaten Nagan Raya,” papar Kasat Narkoba.

Setelah mendapatkan informasi itu, Sat Resnarkoba Polres Nagan Raya langsung bergerak menuju ke rumah Si Hop yang berada di Desa Meunasah Teungah Kecamatan Beutong.

Pada saat tiba dirumah DPO Si Hop tersebut, personil Sat Resnarkoba langsung mengepung rumahnya lalu Petugas mengetuk pintu rumah si Hop, namun tiba- tiba saja lampu di rumah tersebut Padam seketika, petugas menduga sengaja dimatikan oleh pemilik rumah.

“Melihat kejadian tersebut, kita mengintip dari jendela rumahnya dan melihat bahwasanya Si Hop berlari menuju ke belakang rumahnya, kemudian kami langsung masuk kedalam rumahnya melalui pintu samping,” terang Vitra.

Namun pada saat itu DPO tersebut, mencoba melarikan diri lewat fentilasi udara di belakang rumahnya, dengan cara melompat dan berlari melewati pagar kawat berduri di samping rumahnya itu. “Arah larinya itu ke semak pepohonan, kami langsung melakukan pengejaran ke arah semak-semak yang ada pagar kawat duri itu dan berhasil mengamankan DPO tersebut,” jelas Vitra.

Dalam penangkapan itu, Polisi berhasil menemukan dalam genggaman tangan sebelah kanan tersangka, sebuah dompet kecil, pada saat petugas Kepolisian membuka dompet tersebut di dalamnya berisikan 1 (satu) paket narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik klip bening dan 3 (tiga) buah plastik klip bening kosong. Lalu kemudian, Polisi langsung membawa Si Hop beserta barang bukti yang di dapat ke depan rumahnya, guna untuk melihat barang bukti lainnya.

“Ketika kami sedang melakukan penggeledahan terhadap rumahnya, DPO itu mengatakan kepada kami bahwa dadanya mengalami sesak dan terlihat susah untuk bernafas,” ungkap IPDA Vitra Ramadani.

Mendengar hal itu, petugas Kepolisian langsung membawanya naik ke dalam mobil, guna untuk dibawa ke Puskesmas Beutong. Sesampai di Puskesmas Beutong DPO bandar narkoba, dinyatakan Meninggal dunia oleh pihak Puskesmas Beutong dan selanjutnya dilakukan VISUM ET REFERTUM di Rumah Sakit Sultan Iskandar Muda.

Adapun saat pengepungan, aparat dan pelaku sempat terjadi kejar-kejaran, akibat kecapean ketika berlari tersangka Si Hop meninggal dunia karena serangan jantung Pihak keluarga korban yakni Basrianto mengatakan terkait kasus menimpa Si Hop sudah menyerahkan semua kasus ini kepada penegak hukum dan menerima semua dangan lapang dada.

“Biarkan aparat penegak hukum menjalankan apa yang baik bagi kami keluarga serta bagi seluruh masyarakat umumnya, kami hanya orang lemah yang hidup dengan mencari makan sesuap nasi saja”, Kata Basrianto yang merupakan ipar tersangka dengan status adek kakak diantara istri mereka selaku saksi yang melihat saat pengerebekan dilakukan aparat kepolisian Satreskoba.

Kata IPDA Vitra pada saat melihat hasil Visum dan ronsen Si Hop terdapat riwayat penyakit pada jangtung yang sudah menahun. “Korban pembengkakkan jantung dengan riwayat sudah setahun divonis penderita kanker,” ungkap Vitra.

Sementara itu, Sat Resnarkoba Polres Nagan Raya akan terus melakukan pengembangan terhadap jaringan pelaku tindak pidana Narkotika sampai ke akar-akarnya dirinya berharap bagi masyarakat yang punya informasi terkait peredaran Narkotika jenis apapun diwilayah Hukum Polres Nagan Raya agar segera melaporkan ke No Hotline 085277306333 guna dilakukan penyelidikan dan penegakan Hukum sesuai dengan undang undang dan hukum yang berlaku.

( DS**)

banner 325x300