Aceh Tengah,Haba Rakyat – Hamzah Tun yang akrab disapa Bang Jhon, Ketua Forum Bersama Laskar Merah Putih (FBLMP), menantang seluruh tokoh masyarakat untuk bersuara terkait wacana pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA).Pernyataan itu disampaikannya di hadapan awak media di salah satu kafe di Takengon, Senin malam, 14 September 2026. Selama ini Bang Jhon dikenal gencar menggaungkan pemekaran ALA dan mengaku prihatin terhadap para tokoh yang dinilainya tidak peduli dengan nasib daerah.“Saya menantang seluruh tokoh yang ada di Aceh Tengah untuk bersuara. Kemana semua para elit politik, apakah tidak perduli dengan nasib negeri ini,” katanya.Bahkan ia mengibaratkan sikap diam para tokoh itu kalah dengan makhluk mitologi Lembide.“Mereka para tokoh masyarakat ini punya wujud, tapi tidak bersuara. Kalah dibandingkan Lembide yang punya nama, tak berwujud, tapi bisa makan orang dan menghilangkan nyawa,” ujar HT.Ia mengaku kecewa karena banyak yang menyandang predikat tokoh masyarakat justru enggan bersuara.“Kemana mereka, para tokoh dan elit politik. Mereka orang-orang yang kalah saat kontestan di Pilkada. Seharusnya mereka bersatu, duduk bersama agar ALA bisa terbentuk,” urainya.Terkait wacana pembentukan Provinsi ALA yang kembali menggema di wilayah tengah Aceh, Hamzah Tun menegaskan hal itu bukan kepentingan segelintir pihak.“Saya selaku pemerhati, mengajak kita turut peduli tentang ALA. ALA terbentuk bukan untuk kita, bukan untuk saya, atau orang-orang tertentu, itu untuk anak cucu. Sama seperti saat orang tua kita dulu memperjuangkan kemerdekaan negeri ini,” tegasnya.Dari histori, Hamzah Tun yang pernah menjabat sebagai anggota DPRK Aceh Tengah memang dikenal vokal menyuarakan pemekaran ALA melalui postingan di Facebook, Instagram, TikTok dan grup WhatsApp.Ia membenarkan pernah mengajak seluruh elemen untuk mendukung percepatan lahirnya Provinsi ALA dalam salah satu unggahannya.“Ya kalau mau cepat ALA lahir, harus semua pihak mendukungnya. Yang utama pemerintah kabupaten/kota yang wilayahnya mau dimekarkan dan pemerintah pusat. Yang jelas semua elemen musti terlibat,” tulisnya dalam unggahan foto di FB.Menurut Hamzah, ALA harus terbentuk dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), demi kesejahteraan rakyat.“Masyarakat dataran tinggi Gayo jangan terprovokasi oleh pihak-pihak yang menginginkan Aceh merdeka. Bagi saya haram bila Aceh merdeka dari Negara Republik Indonesia. ALA terbentuk bukan ingin pisah dari NKRI, akan tetapi merdeka dari Aceh,” katanya.Ia juga menilai ALA harus segera terbentuk karena sudah terlalu lama wilayah tengah termarjinalkan oleh pemerintah provinsi.Beberapa bukti kurangnya perhatian tersebut, sebutnya, adalah tidak adanya putra daerah tengah Aceh yang menduduki jabatan di tingkat provinsi, pembangunan yang tidak merata, serta dana Otsus yang sangat kecil dianggarkan untuk wilayah tengah.“Tidak adanya putra daerah tengah Aceh yang menduduki jabatan di provinsi Aceh, pembangunan tidak merata, dana Otsus sangat kecil dianggarkan untuk wilayah tengah,” tutur Hamzah. (*)
Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





