https://amazing-population.com/bm3yV.0/Pp3_pdvkbTmqV/JfZ/DL0L2rOeDOEJ3ENMzvAaxSL/T/Y/4sMkTrcb3/MIDeUn
DAERAH  

TMMD Reguler ke-129 T.A 2026 Kodim 0102/Pidie: Dari Pra hingga Penutupan, 30 Hari Karya Nyata untuk Desa Lhok Panah

Sigli,haba RAKYAT I Mentari pagi di Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Pidie, Provinsi Aceh, dulu disambut jalan becek dan rumah berdinding lapuk. Tiga puluh hari kemudian, pemandangan itu berubah.

Jalan tani sudah lebar dan keras, 5 rumah warga berdiri kokoh, air bersih mengalir dari sumur bor, dan di halaman tumbuh kolam lele serta kandang ayam.

Perubahan itu adalah catatan panjang TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0102/Pidie Korem 011/LW Kodam IM. Program yang resmi ditutup pada Kamis, 13 Agustus 2026 ini menjadi bukti bahwa gotong royong masih menjadi kunci membangun desa.

BABAK PRA-TMMD: TURUN, DENGAR, DAN CATAT

Jauh sebelum pembukaan, Satgas sudah lebih dulu menyatu dengan warga. Tim gabungan Kodim 0102/Pidie bersama Pemkab Pidie, perangkat desa, dan tokoh masyarakat menggelar survei dan musyawarah.

Bahkan Dansatgas TMMD ke-129 Kodim0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., turun langsung meninjau lokasi di Desa Lhok Panah fan Desa Cot.

Tujuannya satu: memastikan program tepat sasaran. Dari obrolan di meunasah dan di kebun lahir 3 keluhan utama warga Lhok Panah.
Pertama, akses jalan tani yang sempit dan licin saat hujan. Kedua, masih ada rumah tidak layak huni yang membahayakan penghuninya. Ketiga, sulitnya akses air bersih.

Data calon penerima RTLH kemudian divalidasi pintu ke pintu. Hasilnya mengerucut pada 5 kepala keluarga yang paling membutuhkan. Tahap Pra-TMMD ini menjadi fondasi agar setiap semen, seng, dan pipa yang ditanam benar-benar memberi manfaat.

BABAK PELAKSANAAN: MENGEBUT SASARAN FISIK

Begitu dimulai, personel TNI, Polri, dan masyarakat langsung bekerja siang malam.

1. Jalan Pertanian 2.200 Meter
Alat berat dan cangkul bahu-membahu melebarkan dan mengeraskan jalan. Dulu hasil panen padi dan sayur harus dipikul karena motor pun sulit masuk. Kini akses terbuka. Biaya angkut turun, waktu tempuh memotong, dan harga jual petani lebih stabil.

2. Rehabilitasi 5 Unit RTLH

Ini bagian paling menyentuh. 5 rumah milik warga yang selama ini memprihatinkan direnovasi total.

  • Nyak Ubit, 65 tahun
  • Umar Amin, 49 tahun
  • Mulya Nanda, 42 tahun
  • Muhammad Amin, 56 tahun
  • Rabunmah, 62 tahun

Atap diganti seng baru, dinding dipasang papan dan batako, lantai tanah disemen. Kamar jadi lebih terang dan aman dari hujan. Pada hari penutupan, kunci 5 rumah ini diserahkan langsung sebagai simbol dimulainya hidup baru bagi 5 keluarga tersebut.

3. 5 Titik Sumur Bor dan MCK

Air bersih bukan lagi barang mewah. Satgas mengebor sumur di titik-titik strategis desa, dayah, masjid, dan membangun MCK. Ibu-ibu kini tidak perlu antre di sungai. Anak- anak bisa mandi dan gosok gigi dengan air yang lebih sehat, hal nya santri dan jemaah yang tidak lagi kesulitan air bersih untuk kebutuhan beribadah.

BABAK KEMANDIRIAN: DIBANGUNKAN RUMAH, DIBERI USAHA

Kodim 0102/Pidie menambahkan konsep baru di TMMD ke-129. Rumah layak harus diikuti dengan peluang ekonomi.

Di halaman 5 rumah penerima RTLH, dibangun paket usaha produktif:

  1. Kolam Ikan Lele โ€“ bisa dipanen tiap 3 bulan dan jadi tambahan penghasilan.
  2. Kandang Ayam Petelur โ€“ telur bisa dijual harian ke warung desa.
  3. Lahan Jagung โ€“ ditanam di lahan kosong untuk ketahanan pangan.
  4. Penanaman Pohon Keras Produktif โ€“ untuk tabungan jangka panjang.
  5. Polybag Sayuran โ€“ cabai, terong, dan sayur bisa dipetik dari halaman sendiri.

Logikanya sederhana. Bantuan tidak boleh berhenti saat serah terima. Ia harus hidup dan terus berputar di tangan penerima manfaat.

BABAK NONFISIK: MENCERDASKAN DAN MENGUATKAN

Sambil membangun fisik, Satgas juga membangun pikiran. Hampir setiap minggu diadakan kegiatan di balai desa.

Petani diberikan materi tentang teknik tanam dan perawatan agar hasil panen meningkat. Pelajar dan pemuda diajak berdiskusi tentang bahaya narkoba dan kenakalan remaja. Di setiap apel pagi dan kegiatan, selalu diselipkan materi wawasan kebangsaan untuk menjaga semangat persatuan dan gotong royong.

Ini investasi jangka panjang. Jalan bisa rusak, tapi ilmu dan kesadaran yang tertanam akan terus dijaga masyarakat.

BABAK PENUTUPAN: SERAH TERIMA DAN HARAPAN BARU

Puncak kegiatan berlangsung di Lapangan Bola Desa Lhok Panah. Upacara penutupan menjadi penanda bahwa seluruh sasaran telah rampung 100%.

Momen paling khidmat adalah penandatanganan naskah serah terima hasil TMMD dari Satgas kepada Pemerintah Kabupaten Pidie. Sejak detik itu, seluruh aset mulai dari jalan, rumah, sumur, kolam, hingga kandang resmi menjadi tanggung jawab Pemda dan masyarakat untuk dipelihara.

Kehadiran Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran serta unsur Forkopimda dalam penutupan menegaskan bahwa TMMD adalah kerja kolektif. Bukan hanya kerja TNI, tapi kerja seluruh anak bangsa untuk desanya.

EPILOG: APA YANG TERTINGGAL DI LHOK PANAH

TMMD ke-129 sudah selesai. Satgas kembali ke barak. Tapi Lhok Panah tidak kembali seperti semula.

Yang tertinggal adalah 2,2 km jalan yang mempercepat ekonomi. 5 rumah yang memberi rasa aman. 5 sumur dan MCK yang memberi kesehatan. Kolam dan kandang yang memberi harapan penghasilan. Dan penyuluhan yang memberi pengetahuan.

Dari lumpur ke pengerasan, dari reyot ke layak, dari bingung ke mandiri. Itulah 30 hari TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie di Desa Lhok Panah.(AA/hR)


Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca