https://amazing-population.com/bm3yV.0/Pp3_pdvkbTmqV/JfZ/DL0L2rOeDOEJ3ENMzvAaxSL/T/Y/4sMkTrcb3/MIDeUn
DAERAH  

Transformasi Digital Harga Dimulai: Sekda Pidie Bentuk Tim Efektif SI-MEUGANG, Dorong Sinergi Lintas SKPK

Sigli,haba RAKTAT I Langkah besar menuju transparansi harga pangan dimulai. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pidie, Drs. Samsul Azhar, M.AP., memimpin rapat pembentukan Tim Efektif Proyek Perubahan (Proper) Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II.

Tim Efektif Proper tersebut digagas oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperdagkop UKM) Kabupaten Pidie, Cut Afrianidar, S.H., M.Si., CPMP.

Rapat tersebut membahas pembentukan Tim Efektif untuk mendukung implementasi Proyek perubahan Transformasi Digital Sistem Informasi Harga dan Pasokan Pangan (SI-MEUGANG) berbasis web di Kabupaten Pidie.

Tim efektif ini akan melibatkan lintas Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) terkait. Pasalnya, keberhasilan SI-MEUGANG tidak bisa dibebankan pada satu Perangkat Daerah saja, melainkan butuh sinergi total seluruh pemangku kepentingan.

Sekda: Kesampingkan Ego Sektoral

Dalam arahannya, Sekda Samsul Azhar menegaskan kunci keberhasilan inovasi ini adalah kolaborasi.

“Inovasi ini tidak akan berjalan tanpa kerja sama semua pihak. Saya berharap seluruh anggota tim dapat bersinergi, saling mendukung dan mengesampingkan ego sektoral. Kita ingin SI-MEUGANG benar-benar hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat Pidie,” tegas Sekda.

Menurut Sekda, SI-MEUGANG adalah jawaban atas kebutuhan masyarakat akan informasi harga bahan pokok yang cepat, transparan, dan bisa diakses setiap hari. Ini juga menjadi bentuk perlindungan konsumen yang dihadirkan pemerintah.

“Bagi pemerintah, data yang terkumpul secara terintegrasi akan menjadi dasar pengambilan keputusan dan penentuan intervensi kebijakan yang cepat dan tepat, termasuk untuk mendeteksi gejolak harga dan pengendalian inflasi,” jelasnya.

Bukan Sekadar Aplikasi, Tapi Potensi Miliaran Rupiah

Kadis Perdagkop UKM Pidie, Cut Afrianidar, selaku Reformer memaparkan bahwa SI-MEUGANG tidak hanya soal pelayanan publik, tetapi juga memiliki target manfaat ekonomi yang terukur dan besar.

Secara rinci ia menjelaskan tiga potensi manfaat ekonomi:

1. Efisiensi Pemerintah Rp60 Juta/Tahun

Dengan digitalisasi, biaya operasional pengumpulan dan penyebarluasan data yang selama ini manual bisa dihemat rata-rata Rp5 juta per bulan, atau Rp60 juta per tahun.

2. Penghematan Masyarakat Rp100 Juta/Tahun

Masyarakat tidak perlu lagi keliling pasar untuk cek harga. Dengan asumsi hemat Rp10.000 per konsumen dan digunakan 10.000 konsumen per tahun, potensi penghematan mencapai Rp100 juta per tahun.

3. Perlindungan Daya Beli 2,5 hingga Rp5 Miliar/Tahun

Ini yang paling besar. SI-MEUGANG ditargetkan mampu menekan kenaikan harga komoditas strategis sebesar 0,5% hingga 1% lewat deteksi dini.

“Sebagai ilustrasi, jika nilai konsumsi bahan pokok yang dipantau mencapai Rp500 miliar per tahun, maka pengendalian 0,5% saja setara dengan perlindungan daya beli Rp2,5 miliar per tahun. Jika 1%, maka setara Rp5 miliar per tahun,” ungkap Cut Afrianidar.

Ia menekankan angka tersebut adalah target estimasi awal yang akan terus divalidasi berdasarkan data realisasi, jumlah pengguna, dan nilai konsumsi riil di Pidie.

“Yang terpenting, sistem ini harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pemerintah,” ujarnya.

Dengan demikian, SI-MEUGANG diarahkan memberikan manfaat ekonomi melalui tiga aspek tersebut.

Jaga Kepercayaan Publik

Di akhir rapat, Sekda Samsul Azhar kembali menekankan bahwa tujuan akhir dari sistem ini adalah menjaga kepercayaan masyarakat.

“Upaya menjaga kepercayaan masyarakat kepada pemerintah adalah memberikan perlindungan kepada konsumen. Salah satunya melalui informasi harga bahan pokok setiap hari yang dapat diakses oleh siapa saja,” pungkasnya.

Ia pun mengajak semua pihak untuk berkomitmen. “Mari kita bekerja bersama, bersinergi. Keberhasilan SI-MEUGANG bukan keberhasilan satu dinas atau satu orang, tetapi keberhasilan kita bersama dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih transparan, cepat dan bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Pidie,” tutup Sekda.

Dengan hadirnya SI-MEUGANG, Pidie bersiap memiliki instrumen digital yang tak hanya memantau harga, tapi juga menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli warganya.(AA/hR)


Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca