https://amazing-population.com/bm3yV.0/Pp3_pdvkbTmqV/JfZ/DL0L2rOeDOEJ3ENMzvAaxSL/T/Y/4sMkTrcb3/MIDeUn
DAERAH  

Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Pidie: Wabup Tegaskan Pancasila Harus Hidup dalam Pelayanan Publik

Sigli,haba RAKYAT I Di bawah langit yang cerah di Lapangan Tengah Kantor Bupati, Wakil Bupati Pidie Alzaizi Umar berdiri sebagai Inspektur Upacara. Kamis pagi, 1 Oktober 2026, seluruh unsur pemerintahan Pidie menundukkan kepala mengenang sejarah kelam sekaligus kokohnya ideologi bangsa.

Pemkab Pidie menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 dengan khidmat. Bukan sekadar rutinitas tahunan setiap 1 Oktober, upacara ini menjadi penanda bahwa Pancasila tetap tegak setelah 61 tahun sejak peristiwa G30S/PKI 1965 yang berupaya meruntuhkan ideologi negara.

Upacara diikuti lengkap jajaran Forkopimda, Sekda, para Staf Ahli, para Asisten, seluruh Kepala SKPK, Kabag, 23 camat, Personel TNI, Polri, Satpol PP, Pramuka, Ormas, hingga ASN di lingkungan Pemkab Pidie.

Seluruh rangkaian upacara, mulai dari Hening Cipta, pembacaan teks Pancasila, UUD 1945, hingga ikrar Kesetiaan terhadap Pancasila diikuti dengan tertib dan penuh khidmat.

Pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 ini, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pidie, H. Isnaini Ibrahim, S.T., M.Si., Bertindak Selaku Perwira Upacara.

Pesan Wabup: Pancasila Harus Hidup di Pelayanan Publik

Momentum Hari Kesaktian Pancasila tahun ini membawa pesan tegas. Pemerintah ingin Pancasila tidak berhenti di lapangan upacara.

Bagi Pemkab Pidie, nilai yang terkandung dalam lima sila harus diterjemahkan dalam kerja nyata birokrasi. Nilai Ketuhanan dalam integritas, Kemanusiaan dalam pelayanan yang adil tanpa diskriminasi, Persatuan dalam menjaga harmoni masyarakat Pidie yang majemuk, Musyawarah dalam pengambilan kebijakan, dan Keadilan Sosial dalam pemerataan pembangunan hingga ke gampong.

Kehadiran lengkap Forkopimda hingga camat, menurut Wabup Alzaizi, adalah simbol bahwa Pancasila adalah komitmen bersama. Bukan hanya tugas Kesbangpol atau Bagian Pemerintahan, tetapi tanggung jawab seluruh aparatur.

โ€œDi tengah derasnya arus informasi dan tantangan perpecahan di ruang digital, Pancasila adalah jangkar kita. Kalau jangkar ini kuat, Pidie akan tetap aman, damai, dan pembangunannya berkelanjutan,โ€ demikian pesan yang mengemuka dalam upacara tersebut.

Refleksi 1 Oktober: Dari Sejarah ke Aksi

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila sendiri ditetapkan melalui Keppres Nomor 153 Tahun 1967. Peringatan ini mengingatkan bangsa Indonesia pada keberhasilan mempertahankan Pancasila dari upaya penggantian ideologi.

Bagi Pidie, refleksi itu sangat relevan. Sebagai daerah dengan nilai keislaman dan adat yang kuat, praktik gotong royong, musyawarah gampong, dan keadilan sosial adalah wujud nyata Pancasila yang sudah hidup sejak lama.

Upacara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan daerah. Seluruh peserta kemudian membubarkan diri dengan tertib, membawa pesan yang sama: menjaga persatuan dan meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.(AA/hR)


Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca