https://amazing-population.com/bm3yV.0/Pp3_pdvkbTmqV/JfZ/DL0L2rOeDOEJ3ENMzvAaxSL/T/Y/4sMkTrcb3/MIDeUn

Wali Murid Komplain Pembangunan Proyek PHCT MTsN 1 Aceh Tengah Tersendat

Aceh Tengah – haba RAKYAT | Progres proyek rehabilitasi 18 gedung sekolah MTsN 1 Aceh Tengah di Kecamatan Lut Tawar, bersumber dari anggaran Program PHTC (Perbaikan Hasil Terbaik Cepat) dari pemerintah pusat, hingga saat ini belum selesai dikerjakan.

Berdasarkan hasil pantauan wartawan, Selasa (07/07/2026), sejumlah pekerjaan fisik di lokasi sekolah, tanpa dilengkapi papan informasi proyek di lokasi sekolah itu masih terus berlanjut.

Akibat tiadanya papan informasi mengenai nilai kontrak, sumber anggaran secara rinci, nama penyedia jasa pelaksana, konsultan pengawas, maupun target waktu penyelesaian pekerjaan, kondisi itu menyulitkan wartawan dalam menggali informasi.

Hasil penelusuran, sejak awal Januari tahun 2026, para siswa MTsN 1 Aceh Tengah telah dipindahkan ke lokasi belajar sementara di MAN 1 Takengon, agar proses renovasi dapat berjalan.

Namun hingga saat ini di bulan Juli, atau beberapa hari menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru, kondisi pekerjaan belum selesai.

Dari hasil pengamatan di lapangan, para pekerja masih melakukan pemasangan lantai keramik dan rangka atap baja ringan.

Sementara untuk pembangunan atap dan berbagai kusen (Pintu, Jendela dan Ventilasi) belum terpasang.

Salah seorang pekerja mengatakan, progres pembangunan diperkirakan baru mencapai sekitar 50 persen.

“Saat ini yang sedang kami kerjakan pemasangan keramik dan rangka atap baja. Sedangkan plafon gypsum, penutup atap, pintu, jendela, pengecatan, mushala, serta saluran pembuangan air atau drainase sekolah masih belum selesai,” ujarnya kepada wartawan.

Di kesempatan terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah, Wahdi, MS, menjelaskan bahwa proyek rehabilitasi tersebut merupakan program dari pemerintah pusat dan bukan dikelola oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah, ia berharap agar pekerjaan ini cepat selesai.

“Harapan kami pekerjaan ini segera selesai dan dapat difungsikan, sehingga sekitar 700 siswa MTsN 1 Aceh Tengah dapat kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah pada tahun ajaran baru,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang wali murid, Muhammad, kepada media mengeluhkan lambatnya proses pembangunan proyek tersebut.

“Abang kecewa kali lah, kerja apa itu. Saya hanya kepengin anak saya segera belajar dengan nyaman. Sebelum libur kenaikan kelas kemarin, masuk sekolahnya siang di MAN 1 Takengon. Ada kemungkinan masuk sekolah nanti dioper kesana lagi (ke MAN 1, -Red -), saya juga khawatir dengan kondisi belajarnya, karena bukan posisi di sekolahnya. Bagaimana dengan tingkat pengawasan dan sebagainya, sebab bukan di situ sekolahnya”, katanya.

Menindaklanjuti keluhan wali murid, awak media mencoba konfirmasi dengan pihak pelaksana kegiatan (rekanan proyek).

Sejauh ini, wartawan belum mendapat informasi resmi terhadap proyek itu, karena dialihkan oleh salah satu sumber ke sumber lainya yang disebut-sebut kompeten memberikan keterangan mewakili perusahaan pelaksana kegiatan.

Data awal diterima, hasil kroscek awak media, perusahaan pelaksana diketahui dari PT Barindo Prima Agung yang berada di Aceh Tengah, dengan Pagu 2,2 M.

Hasil penelusuran bersama tim, perusahaan tersebut ternyata berkantor di Banda Aceh. Sementara yang disebut-sebut sebagai penanggungjawab proyek, diduga bernama Rizki Aimar alias Bosski.

Informasi ini masih dilakukan konfirmasi via WhatsApp kepada yang berkaitan bernama Rizki, namun sejauh ini belum ditanggapi, dengan permintaan darinya agar dilayangkan melalui surat dan ia akan memberikan jawaban secara resmi tersurat dari perusahaan. (Redaksi)


Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca