https://amazing-population.com/bm3yV.0/Pp3_pdvkbTmqV/JfZ/DL0L2rOeDOEJ3ENMzvAaxSL/T/Y/4sMkTrcb3/MIDeUn
DAERAH  

Azhar Kiran, Sosok Pendidik di bawah Naungan PGMI, Berhasil Gerakkan Restorasi Spiritual, Distribusikan Mushaf Al-Quran Pasca Bencana Aceh

Meureudu,haba RAKYAT I Suasana haru dan khidmat menyelimuti ratusan Dayah serta Madrasah di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya dan Bireuen mulai akhir tahun 2025 hingga memasuki awal 2026.

Di tengah upaya pemulihan pasca-bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, muncul sosok pendidik yang menjadi jembatan kebaikan bagi ribuan santri, pelajar dan masyarakat.

Azhar Kiran, S.Pd., M.Pd., Putra asli kelahiran Kiran Dayah, Kecamatan Jangka Buya, Pidie Jaya (Pijay) ini bukan sekadar guru biasa. Sebagai sosok yang bernaung di bawah Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia, Azhar Kiran menunjukkan bahwa dedikasi seorang guru madrasah harus melampaui batas ruang kelas.

Misi Kemanusiaan Lintas Provinsi, Saat ini, Azhar aktif mengajar di berbagai lembaga pendidikan seperti MTsN 4 Pidie, SMP Swasta Abu Lamkawe, MTsS Tastafi Blang Awe, dan Dayah MUQ Pijay. Di sela kesibukannya mengajar, ia berhasil membangun kolaborasi strategis dengan berbagai lembaga kemanusiaan nasional untuk menyalurkan bantuan bagi wilayah terdampak bencana.

Bekerja sama dengan Yayasan Laziswaf, Pesantren Al Hilal Bandung, LWQ, Yayasan Mulia Sedekah Sesama (Tangerang, Banten), Yayasan Tabung Waqaf Ummat (Riau), Yayasan Mulia Peduli Bangsa (Depok, Jabar), dan Yayasan Rahmatullil Mukminiinal Mukhlasin/Yaa Rahman (Bantul, D.I. Yogyakarta), Azhar Kiran mengoordinasikan distribusi ribuan mushaf Al-Quran wakaf untuk warga di berbagai lembaga pendidikan dan pengajian Al Quran khususnya di Aceh.

“Banyak santri kita yang selama ini terpaksa mengaji dengan mushaf yang rusak akibat terendam banjir. Kehadiran wakaf ini adalah oase bagi pendidikan agama di Aceh,” ungkap Azhar, kepada awak media ini, Sabtu (25/04/2026).

Ada 12 kecamatan dari tiga kabupaten yang didistribusikan, sebutnya, yaitu di Bireuen; Kecamatan Samalanga, di Pijay; Kecamatan Jangka Buya, Bandar Dua, Ulim, Meurah Dua, Meureudu, Trienggadeng, Panteraja, dan Bandar Baru, kemudian di Pidie; Kecamatan Mutiara Timur, Kembang Tanjong, dan Kecamatan Simpang Tiga.

Distribusi Tepat Sasaran, Sebanyak 7.500 mushaf Al-Qur’an, serta ratusan buku Iqra dan bacaan Islami telah tuntas didistribusikan kepada ratusan lembaga pendidikan baik lembaga formal maupun non formal.

Diantaranya, TPA, Balai Pengajian, Dayah, Madrasah/Sekolah dan Lembaga lainnya bahkan ada juga yang langsung kepada semua lapisan masyarakat yang menjadi penerima manfaat. Sebaran bantuan menjangkau wilayah luas, mulai dari Kabupaten Pidie, Pijay, dan Kabupaten Bireuen.

Di sela penyerahan, doa- doa syahdu dipanjatkan oleh para santri untuk para pewaqaf. “Semoga setiap huruf yang kami baca menjadi cahaya bagi para donatur di dunia dan akhirat,” ucap salah seorang santri dengan mata berkaca- kaca.

Ajakan solidaritas melalui organisasi PGM Indonesia, sebagai peraih PGM Award 2025 yang diberikan langsung oleh ketua pengurus Pimpinan Pusat (PP) Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia, Ir. H. Yaya Ropandi, S.Pd.i., M.Si., di Jakarta juga turut ditandatangani oleh Sekjen, Asep Rizal Asy’ary, S.Pd.I.

Azhar Kiran yang kini berdomisili di Desa Kampung Blang, Simpang Tiga, Pidie, juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat solidaritas profesi.

Ia mengajak seluruh guru madrasah di 23 kabupaten/kota se-Aceh untuk bergabung memperkuat PW PGM Indonesia Aceh di bawah kepemimpinan Drs. Abdul Jalil yang juga sebagai sosok yang sangat peduli terhadap kemajuan generasi bangsa dan pemulihan pasca bencana akhir tahun 2025, khususnya dalam Provinsi Aceh.

“Tugas kita sebagai pendidik tidak berhenti di papan tulis. Saya mengajak rekan- rekan guru menjadikan PGM Indonesia sebagai rumah besar untuk memperjuangkan kesejahteraan sekaligus menjadi motor penggerak kepedulian sosial di Aceh,” pungkasnya.

Aksi nyata Azhar Kiran menjadi bukti bahwa sinergi antara kompetensi pendidik dan kepedulian sosial mampu membawa perubahan nyata bagi berbagai lembaga pendidikan dan masyarakat, terutama dalam menjaga nyala api pendidikan Al-Qur’an di bumi Serambi Mekkah pasca-bencana.(AA/hR)


Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca