DAERAH  

Menghadapi MT Gadu, Kementan RI Respon Ketidak Cukupan Air di Pidie Dengan Progsus Pompanisasi

banner 120x600

Sigli,haba RAKYAT |
Kekurangan air pada Musim Tanam (MT) Gadu 2024 merupakan kendala utama yang dihadapi para petani di Pidie, yang bisa menyebabkan menurunnya produksi padi pada tahun ini.

Mengantisipasi penurunan produksi pangan sekaligus menghadapi tantangan
darurat pangan akibat Iklim Ekstrim El-Nino, Kementerian Pertanian (Kementan) RI telah menetapkan Satuan
Tugas Antisipasi Darurat Pangan untuk peningkatan produksi padi melalui optimalisasi lahan,
pompanisasi serta perluasan areal tanam padi.

Salah satu dukungan Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian
(BPPSDMP) adalah menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Tanam dan Peningkatan
Produksi Padi di 21 Kab/Kota lokasi peningkatan produksi padi Provinsi Aceh 2024, termasuk Kabupaten Pidie.

Rakor tersebut berlangsung di ruang rapat Sekda Pidie, Kamis (18/04/2024) bersama Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (PPSDMP) Kementan RI, Distanbun Aceh, serta Pemkab Pidie.

Pada kesempatan itu, Kaban PPSDMP, Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr., setelah sebelumnya turun melihat langsung beberapa lokasi bersama Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpang) Pidie, mengatakan, bahwa kondisi pangan di Kabupaten Pidie tidak normal.

Ia menjelaskan bahwa negara- negara luar masih waspada untuk menjual beras. Hal ini disebabkan karena krisis pangan yang masih berlangsung.

“Meskipun kita punya uang belum tentu dapat membeli beras, mau tidak mau kita harus memproduksi beras sendiri. Kita harus tanam sendiri, karena mau membeli saja susah”, ungkap Kaban PPSDMP.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa potensi sawah tadah hujan di Pidie sangat bagus, namun ada yang harus ditingkatkan untuk mengurangi krisis pangan, salah satunya melalui program pompanisasi.

Dengan harapan sawah tadah hujan yang sebelumnya hanya ditanami setahun sekali, melalui program pompanisasi dapat ditanami sampai dua kali.

Prof. Dedi Nursyamsi pada juga berharap support dan kerjasama yang baik dari Pemkab Pidie untuk bersama sama mendukung program tersebut demi meningkatkan kualitas pangan.

Sebelumnya, jajaran dari Kementerian Pertanian dan Distanbun Aceh telah mengunjungi Kecamatan Batee, dan melihat langsung bahwa Kecamatan Batee memiliki potensi pangan yang bagus serta akan sangat efektif untuk dilakukan pompanisasi, sehingga para petani nantinya dapat melakukan penanaman dua kali dalam setahun.

Sementara itu, Sekda Pidie, Drs. Samsul Azhar, yang mewakili Pj. Bupati, dan turut didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ass II), Ir. H. Tarmizi, serta Kepala Distanpang Pidie, Hasballah, SP., mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan perhatian Kaban BPPSDMP dan Kepala Distanbun Aceh terhadap kondisi pangan di Kabupaten Pidie.

Sekda mengatakan, kondisi pertanian di Kabupaten Pidie pada umumnya merupakan sawah tadah hujan.

“Kita sedang mengalami kendala terkait musim tanam. Oleh karenanya, kami berharap kepada Pemerintah Pusat terkait program program yang dapat meningkatkan indeks pertanian di Kabupaten Pidie”, ucap Sekda.

“Semoga program program tersebut nantinya dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian”, harap Sekda, pada Rakor yang turut dihadiri oleh Sekretaris Badan BPPSDMP Kementan, Dr. Ir. Siti Munifah, MP., mewakili Dandim 0102/Pidie, Pgs. Pasiter, Kapten Czi M. Jufri, para pejabat BPPSDMP, pejabat Distanbun Aceh, dan para pejabat Distanpang Pidie.

Usai Rakor, Kepala Distanbun Aceh, Ir. Cut Huzaimah, M.P., kepada awak media ini mengatakan, bahwa Kementan RI mempunyai program untuk mengantisipasi darurat pangan dalam rangka meningkatkan produksi padi.

Dan Provinsi Aceh merupakan salah satu provinsi yang menjadi target Kementan RI dari 11 provinsi lainnya.

“Bapak Mentan RI telah menunjuk kaban BPPSDMP sebagai penanggung jawab suksesnya kegiatan ini di Aceh. Tadi bapak Kaban telah berkunjung ke lapangan untuk memastikan potensi-potensi lahan pertanian di Pidie”, jelas Kepala Distanbun Aceh.

Ia juga menuturkan, bahwa bantuan yang akan diberikan merupakan Program Khusus (Progsus) dari kementerian, yaitu pertama : pompanisasi, dimana sasarannya adalah sawah- sawah tadah hujan yang selama ini hanya ditanam sekali setahun. Dengan bantuan ini diharapkan penanaman bisa meningkat menjadi dua, bahkan sampai tiga kali dalam setahun.

Kemudian, bantuan traktor roda 4 dan 2, combine Harvester (Alsistan).
Dan Dinas kabupaten juga sudah mengusulkan, tadi juga mendapat respon cepat dari Kaban BPPSDMP. Seperti halnya para petani butuh benih, traktor, pompa, bapak Kaban langsung menghubungi Dirjen terkait. Ada tiga Dirjen di Kementerian yang langsung tanggap dengan kebutuhan para petani kita, kata Cut Huzaimah.

“Tentu suatu yang menggembirakan lagi, setelah mendengarkan janji dari para petani, dimana mereka pada tahun ini akan menanam padi di lahan tadah hujan lebih dari satu kali”, pungkas Kepala Distanbun Aceh.

Informasi didapat dari Distanpang Pidie, bahwa Kementan RI melalui BPPSDMP, dalam waktu dekat ini akan membantu 51 unit pompa air sawah, traktor dan Alsintan lainnya untuk pertanian tadah hujan di Kecamatan Padang Tiji, Batee, Laweung, Delima, Glp. Baro, Glp. Tiga, Sakti, Tiro, Mutiara, dan Kb. Tanjong. Dan bantuan tersebut bisa ditingkatkan, bila Indeks Penanaman (IP) terus menaik.(AA/hR)

banner 325x300