https://amazing-population.com/bm3yV.0/Pp3_pdvkbTmqV/JfZ/DL0L2rOeDOEJ3ENMzvAaxSL/T/Y/4sMkTrcb3/MIDeUn

DLH Aceh Besar Libatkan Peran Masyarakat Dalam Proses Pengelolaan sampah

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Besar secara aktif mendorong keterlibatan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan mandiri. Hingga April 2026, fokus utama keterlibatan ini mencakup pengelolaan sampah dari sumber rumah tangga hingga pemanfaatan teknologi di tingkat desa.Pemilahan Sampah Mandiri: DLH mengimbau warga untuk memilah sampah organik dan anorganik langsung dari rumah. Pengelolaan Berbasis Gampong (TPS-3R): Masyarakat dilibatkan dalam operasional TPS-3R (Tempat Pengolahan Sampah – Reduce, Reuse, Recycle) yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Gampong (BUMG).
Hal ini sesuai dengan implementasi Road Map Persampahan sebagai strategi utama untuk menangani masalah kebersihan dan volume sampah yang terus meningkat.
Road map yang disiapkan DLH Aceh Besar difokuskan pada pengelolaan dari hulu melalui pemilahan mandiri di rumah tangga, optimalisasi Bank Sampah, dan penggunaan dana desa (20%) untuk pengadaan sarana angkutan sampah (becak Viar). DLH Aceh Besar menerapkan sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle) melalui TPS3R di beberapa desa untuk mengurangi residu yang diangkut ke TPA.
Masyarakat diminta untuk mulai mengelola limbah sampah rumah tangga sebelum dibuang ke tempat pembuangan. Pemilahan dari Rumah, Masyarakat didorong memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah tangga untuk mempermudah daur ulang atau pengomposan. Saat ini telah hadir beberapa program bank sampah di lingkungan desa. Sampah anorganik bernilai ekonomi disalurkan melalui Bank Sampah gampong untuk mengurangi volume ke TPA.
Selaku kepala DLH Aceh Besar, Muwardi SH mengakui tingkat kesadaran masyarakat di Aceh Besar selama ini sudah sangat baik, cuma masih ada sebagian kecil warga yang masih perlu diberikan sosialisasi tentang perlunya kesadaran untuk tidak membuang sampai sembarangan.
“Kita akui, memang masih ada sampah-sampah liar di beberapa titik di Aceh Besar, mungkin tingkat kesadaran warga masih perlu kita sosialisasikan lagi, tapi secara umum tingkat kesadaran warga Aceh Besar sudah sangat baik,” terangnya.
Pengurangan sampah rumah tangga diupayakan melalui pendekatan batasi sampah (Reduce), guna ulang sampah (Reuse), dan daur ulang sampah (Recycle), yang selanjutnya dikenal 3R. Pengurangan sampah dengan pendekatan 3R ini dilakukan baik oleh masyarakat maupun pelaku bisnis sebagai penghasil sampah. Pada tahap ini, secara prinsip peran pemerintah adalah membantu menetapkan target pengurangan sampah secara bertahap dalam kurun waktu tertentu dan memfasilitasi penerapan teknologi ramah lingkungan, label ramah lingkungan, kegiatan 3R dan pemasaran produk daur ulang.
“Tanggung jawab sampah penanganan sampah menjadi tanggung jawab kita semua, masyarakat dan pemerintah. Saya mengajak masyarakat untuk memiliki kesadaran lebih dalam menangi sampah, sehingga terhindar dari dampaknya yang merugikan kita semua,” Harap Muwardi. (Redaksi)


Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca