Pengelolaan sampah di TPS 3R Asan Berseri, Gampong Lam Asan, Kecamatan Kuta Baro, merupakan salah satu inisiatif mandiri di Aceh Besar yang beroperasi secara aktif sejak diresmikan pada 4 Februari 2026. Fasilitas ini dikelola di bawah Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Asan Berseri dengan pembinaan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Besar.
Lokasi ini menjadi unit TPS3R ketiga yang beroperasi aktif di wilayah Kabupaten Aceh Besar. TPS3R ini dikelola secara mandiri oleh masyarakat gampong untuk menangani masalah persampahan di tingkat lokal.
Fasilitas ini bertujuan untuk mewujudkan pengelolaan sampah secara mandiri di tingkat desa, mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), serta memaksimalkan potensi daur ulang sampah. Saat ini, TPS 3R ini melayani pengumpulan sampah dari warga Gampong Lam Asan serta empat gampong tetangga lainnya.
Ketua BUMG Asan Berseri,s Syuhada, tempat ini baru beroperasi dengan dua (2) orang tenaga kerja. Proses yang baru berjalan yaitu pengumpulan ampah dari rumah-rumah masyarakat gampong Lam Asan dan 4 (empat) Gampong tetangga. “Saat ini proses pengumpulan sampah baru dari gampong Lam Asan dan empat gampong tetangga,” ujarnya.
Dalam mekanisme oprasionalnya, didukung oleh kontribusi rutin warga sebesar Rp15.000 per rumah setiap bulannya, yang kemudian menjadi Pendapatan Asli Gampong (PAG). Lebih lanjut selaku ketua Syuhada menjelaskan pengolahan sampah dilakukan dengan cara pemilahan sampah warna, selanjutnya dilakukan pencacahan kecil-kecil. SEtelah dicacah kecil-kecil sesuai warna, selanjutnya dikemas dan pemberian label,” ujarnya.

Keuchik (kepala desa) Lam Asan Jufri menerangkan kehadiran TPS3R dibawah BUMG telah mampu memberikan manfaat bagi gampong salah satunya darisegi pendapatanasli gampong didapat dari kontribusi warga 15.000/rumah setiap bulannya.
Selain itu pengolahan sampah dilokasi TPS3R ini turut memberikan pemasukan melalui penjualan sampah yang telah dicacah menjadi bagian-bagian kecil sesuai kategori, yang nantinya dikirim ke pengepul. “Saat ini pendapatan BUMG selajutnya menjadi PAG yaitu dari kontribusi masyarakat yang sampahnya kita kumpulkan dari rumah, sekitar 1 sampai 2 juta rupiah,” jelas keuchik Lam Asan.
Dampak positif lainnya yang dirasakandari hadirnya fasilitas pengelolaan sampah ini mendukung kebersihan lingkungan dengan penanganan sampah yang lebih efektif di tingkat desa.Menekan volume timbunan sampah harian yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Meningkatkan kemandirian ekonomi desa melalui pengelolaan sampah berbasis masyarakat. serta yang dapat terlihat nyata terjaganya kebersihan dan kelestarian lingkungan gampong secara berkelanjutan. (Redaksi)
Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












