https://amazing-population.com/bm3yV.0/Pp3_pdvkbTmqV/JfZ/DL0L2rOeDOEJ3ENMzvAaxSL/T/Y/4sMkTrcb3/MIDeUn

Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (PSBM) Gampong Wisata Nusa

Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (PSBM) adalah sistem penanganan sampah yang direncanakan, dioperasikan, dan dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Dalam model ini, masyarakat menjadi pemeran utama dalam mengelola sampah langsung dari sumbernya, sementara pemerintah berperan sebagai fasilitator dan motivator.
Sistem ini biasanya melibatkan beberapa langkah praktis yang dilakukan secara komunal. Dimulai dari Memisahkan sampah organik (sisa makanan, daun) dan anorganik (plastik, kertas, logam) di tingkat rumah tangga agar lebih mudah diolah.
Dalam upaya menangani persoalan persampahan Pemkab Aceh Besar melalui dinas lingkungan hidup telah berupaya mengajar pihak gampong untuk mau bekerjasama mengangani pengelolaan sampah, khususnya sampah rumah tangga.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Besar menyatakan siap bekerja sama dengan gampong-gampong untuk pengangkutan sampah guna menghindari warga membuang sampah sembarangan.
Dihimpun media ini,Dinas Lingkungan Hidup telah bekerjasama dengan beberapa gampong di beberapa kecamatan untuk menangani masalah sampah rumah tangga. Dimana nanti sampah-sampah yang telah dikumpulkan menggunakan mobil/motor gerobak milik gampong akan dijemput oleh truck pengangkut milik DLH Aceh Besar. Kemudian sampah itu akan dibawa ke TPA
Kegiatan ini yang sudah berjalan beberapa tahun terakhir di salah satu gampong(desa) di Kecamatan Lhoknga,Aceh Besar. Gampong Nusa, adalah desa yang berada di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.

Gerakan ini dimulai oleh kelompok perempuan Nusa Creation Community (NCC), mereka mengelola sampah yang selanjutnya berkembang menjadi gerakan berbasis masyarakat. Sampah yang menjadi berkah. Desa wisata ini sampah organik maupun non, disulap menjadi berbagai hiasan rumah tangga juga tas yang cukup menarik. Harga hasil kerajinan tangan tersebut dijual mulai dari puluhan hingga ratusan ribu Rupiah.
Kaum perempuan di Nusa menyadari bagaimana mengolah limbah yang selama ini selalu menjadi salah satu masalah di lingkungan mereka menjadi produk kreatif yang memberikan pemasukan tambahan untuk warga.
Wanita dan anak-anak Gampong Nusa setelah bencana tsunami mulai belajar mengelola sampah untuk dijadikan berbagai kerajinan tangan. Program pengelolaan sampah berbasis masyarakat ini sekarang telah mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi berbahan sampah organik dan non-organik. Sampah plastik seperti sachet sabun cucian, bungkus makanan ringan, dan lainnya kami ubah menjadi tempat pensil, bunga, baju, dan lainnya.

Kegiatan Nusa Karnaval, Menunjukkan Bagaimana Kreativitas Warga Gampong Nusa Dalam Memanfaatkan Limbah dan Sampah menjadi Busana yang Menawan


Gampong Nusa juga memiliki Bank Sampah, tempat anak-anak menabung sampah. Layaknya bank moderen, setiap penabung memiliki buku tabungan sendiri. Menggerakkan partisipasi aktif warga dalam menjaga keberlanjutan lingkungan melalui konsep Zero Waste.


Bank Sampah di Gampong Wisata Nusa mengelola sampah kering, khususnya plastik, untuk didaur ulang. Program ini mengedukasi warga, terutama anak-anak, untuk menabung sampah yang bisa ditukar dengan uang atau iuran TPA (taman pendidikan Al-Qur’an). Bank sampah ini berperan penting dalam menjaga kebersihan Gampong Nusa, yang dikenal sebagai desa wisata berbasis alam dan budaya.Selain kerajinan tangan, terdapat inovasi seperti pengolahan limbah biji salak menjadi kopi herbal sebagai bagian dari ekonomi kreatif desa.
Program Pengelolaan sampah di Nusa juga mendapat dukungan dari DLH Aceh Besar untuk memperkuat pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Besar menggandeng perangkat Gampong Nusa untuk pengembangan teknologi tepat guna dalam penanganan sampah dilingkungan mereka. (Redaksi)


Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari Media haba RAKYAT |

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca